Sejarah Kemang, Rumahnya Air yang Kini Langganan Banjir

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 17:55 WIB
Wilayah Kemang, Jakarta Selatan, ikut terdampak banjir, Sabtu (20/2/2021). Puluhan mobil yang tak sempat dievakuasi pemiliknya pun ikut terendam banjir.
Foto: Mobil terendam di Kemang (Ari Saputra)
Jakarta -

Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kini kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras mengguyur. Sejarahnya, Kemang dulu merupakan salah satu daerah resapan di DKI Jakarta.

Sejarawan JJ Rizal mengungkap riwayat kawasan Kemang yang dulu identik dengan pepohohon yang hijau. Nama Kemang berasal dari nama pohon. Kemang juga disebut sebagai tempat yang berlembah.

"Karena menilik dari nama tempatnya kan itu nama pohon, pohon kemang (Mangifera Kemanga Caecea). Sejenis mangga. Tapi ada sumber yang menyebutkan itu kawasan yang berlembah-lembah. Basah, rumahnya air," kata JJ Rizal saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

JJ Rizal menjelaskan bahwa Kemang dibangun berdasarkan masterplan di era Wali Kota Soediro yang menjabat pada 1953-1960. Masterplan ini menjadi rujukan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Kemang, menjadi salah satu kawasan hijau untuk mengatasi banjir.

"Sebagai dataran yang rendah dan dekat kali, itu memang dalam masterplan tahun 1965 dan 1985. Masterplan ini mengadopsi masterplan yang dibuat Wali Kota Soediro. Masterplan yang dibuat sama Bang Ali ini mengacu kepada masterplan Wali Kota Soediro yang mengacu kepada aturan kolonial juga," tuturnya.

"Karena masalah banjir menetapkan kawasan di sekitar Tanjung West (Tanjung Barat) itu sebagai green belt atau sabuk hijau. Itu yang harus jadi kawasan hijau, kawasan resapan air," imbuhnya.

Simak video 'Melihat Dampak Parah Banjir 1,5 Meter di Jakarta Selatan':

[Gambas:Video 20detik]