Doni Monardo-Muhadjir Tinjau Lokasi Terdampak Tanggul Jebol Sungai Citarum

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 13:10 WIB
Doni Monardo, Basuki Hadimuljono, dan Muhadjir Effendy saat Meninjau Lokasi 

Sumber foto Eggy Massadiah Stafsus Ka BNPB
Doni Monardo, Basuki Hadimuljono, dan Muhadjir Effendy saat meninjau lokasi. (Dok. Istimewa)
Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengecek lokasi terdampak jebolnya tanggul Sungai Citarum, Kabupaten Bekasi, pagi ini. Mereka berangkat memastikan warga terdampak aman.

Doni, Muhadjir, dan Basuki meninjau lokasi dengan menggunakan helikopter dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka mengecek sejumlah titik yang terkena dampak.

"Pagi ini Senin, 22 Februari, pukul 08.00 WIB, Menko PMK Prof Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo melakukan peninjauan di lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum dan sejumlah titik terdampak banjir lainnya di wilayah Jawa Barat. Kami terbang sekitar 1 jam," ujar Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah melalui keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).

Doni Monardo mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan berupa logistik siap saji. Kemudian, dia juga akan mengevakuasi para korban tanggul jebol Sungai Citarum yang memiliki kebutuhan khusus, seperti orang dengan gangguan kesehatan.

"BNPB akan mengkoordinasikan, terutama untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Prioritasnya adalah logistik yang siap saji. Kemudian yang kedua adalah evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan," sebut Doni.

"Jadi sekiranya yang perlu bantuan evakuasi untuk segera mencari helipad yang relatif lebih aman agar bisa segera kita evakuasi dari lokasi bencana. Kemudian juga masyarakat yang lansia dan ibu hamil ini juga mungkin perlu dapat prioritas untuk dilakukan langkah-langkah penanganan lebih baik lagi," sambungnya.

Maka dari itu, Doni meminta setiap restoran dan kafe di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma mempercepat proses pembuatan makanan cepat saji. Pasalnya, helikopter sudah disiapkan untuk memberi suplai dari udara.

"Logistik kita akan meng-input. Yang pertama dari sekitar Halim. Restoran dan kafe-kafe kita minta percepat proses penyiapan logistik siap saji. Helikopter sudah siap," tandas Doni.

Sementara itu, Menko Muhadjir menyebut kebutuhan para pengungsi terdampak banjir Sungai Citarum akan diberikan melalui udara oleh BNPB. Sebab, akses jalan daratnya terputus.

"Untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari, untuk para pengungsi dan mereka yang terkepung banjir, nanti Bapak Kepala BNPB akan segera suplai melalui udara, terutama untuk daerah yang jalan daratnya terputus," kata Muhadjir dalam video yang diterima detikcom.

Sebelumnya, tanggul Citarum yang jebol mengakibatkan sejumlah wilayah permukiman penduduk di Kabupaten Bekasi kebanjiran pada Minggu (21/2) dini hari. Ada empat desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang terkena dampak tanggul jebol, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari, dan Sumber Urip. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut, tinggi air dilaporkan mencapai 100-250 cm.

"Akibat jebolnya Sungai Citarum sepanjang ±50 meter mengakibatkan banjir pada Minggu, 21 Februari 2021, pukul 01.00 WIB," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, kepada wartawan, Minggu (21/2). (zap/zap)