Djarot Sindir Filosofi Banjir Anies, PKS: Dijawab dengan Prestasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 11:41 WIB
Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilgub DKI, Mardani Ali Sera menyinggung pendekatan gerakan yang akan dilakukan Anies-Sandi saat resmi memimpin Jakarta. Salah satunya adalah gerakan pendidikan seperti yang dilakukan Anies saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Mardani Ali Sera (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta -

PKS menjawab Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang menyindir soal filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir. PKS menilai semua sindiran akan dijadikan masukan dan dijawab dengan prestasi.

"Semua sindiran jadi masukan dan dijawab dengan prestasi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Menurut Mardani, wajar jika Anies diserang karena banjir merupakan fakta yang terjadi saat ini di Ibu Kota. Namun ia menilai permasalahan banjir dapat menjadi peluang Anies untuk fokus bekerja.

"Wajar Mas Anies 'diserang' karena banjir memang fakta. Tapi ini jadi peluang untuk fokus ke kerja dan get things done," ujarnya.

Mardani juga mengatakan persoalan banjir perlu diselesaikan dari hulu ke hilir. Ia mengatakan jangan sampai penanganan banjir hanya menjadi program musiman.

"Masalah banjir mesti diselesaikan dari hulu ke hilir. Jangan jadi program musiman," ucapnya.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat sebelumnya menyindir filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir. Djarot menduga filosofi Anies dalam penanganan banjir, yakni menahan air, bukan mengalirkannya ke laut.

"Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut," kata Djarot dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2).

Djarot juga menyampaikan soal cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, cuaca ekstrem akan terjadi di Jakarta sudah diprediksi lama.

"Ini sudah diprediksi lama. Maka, karena itu, ini menuntut kepala daerah bekerja ekstrem, bekerja keras untuk mengantisipasi perubahan iklim. Kalau kerjanya biasa-biasa saja susah," tutur Djarot.

Simak video 'Jakarta, Belajarlah dari Surabaya Tangani Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)