Debitor BLBI Sowan ke Istana
Gus Dur: Tak Pantas Napi di Situ
Rabu, 15 Feb 2006 16:09 WIB
Jakarta - Tiga debitor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sowan ke Istana 6 Februari lalu. Kedatangan mereka mengundang tanya, tak terkecuali Gus Dur. Mantan presiden itu menganggap kedatangan mereka ke Istana tidak pantas."Kalau saya sih timbul pertanyaan di hati. Siapa yang bawa itu ke Istana. Tempat terhormat tidak sembarang orang di situ. Napi-napi di situ bagaimana? Sudah nggak pantes lagi itu. Siapa yang membawa itu?" kata Gus Dur.Pernyataan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bernama lengkap Abdurahman Wahid itu disampaikan kepada wartawan sebelum pembukaan Kaderisasi Nasional PKB di Kantor DPP PKB, Jalan Kalibata Timur I, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2006).Seperti diberitakan, pada 6 Februari 2006 lalu, tiga debitor BLBI mendatangi Istana. Mereka adalah James Januardy (Bank Namura Yasonta), Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian) dan Lukman (mewakili Atang Latief, Bank Bira).Ketiganya datang ke Istana untuk menyampaikan niatnya mengembalikan miliaran dana BLBI yang selama ini dikemplang. Sayangnya hingga kini pembayaran sisa utang ketiga debitor itu tak kunjung dilakukan.Ketiga pengutang BLBI itu bisa menembus Istana atas inisitiaf Kapolri Jenderal Sutanto.
(san/)











































