PDIP soal Klaim Banjir 1 Hari Kering: Anies Hanya Dengar Laporan Anak Buah

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 07:15 WIB
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono di Kantor DPD PDIP Jakarta, Kamis (14/4/2016)
Foto: Gembong Warsono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menanggapi klaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut banjir di Jakarta kering dalam kurun 1 hari. Gembong menyebut Anies hanya dengar laporan dari anak buah.

"Ya mungkin Pak Anies hanya mendengarkan laporan dari anak-buahnya," kata Gembong, kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Gembong menilai seharusnya Anies melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Di lapangan, kata dia, faktanya hingga hari ketiga masih ada wilayah DKI yang banjirnya belum surut.

"Fakta hari ini (Minggu) masih tergenang," ucap Gembong.

Gembong menyebut Pemprov DKI gagal melakukan pencegahan antisipasi banjir tahun ini. Sebab, kata dia, banjir kali ini sampai menimbulkan korban jiwa.

"Ya mungkin saja pemprov sudah mengantisipasi, namun gagal melakukan pencegahan. Karena banjir ini menelan korban jiwa," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah mengantisipasi potensi curah hujan ekstrem mengguyur Ibu Kota. Anies menyebut kesiagaan jajarannya membuat sebagian genangan bisa kering dalam satu hari.

Simak juga video 'Gubernur Anies Jelaskan Fenomena Banjir di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Ia bersyukur karena banjir yang melanda kawasan Jakarta bisa surut dalam kurun 1 hari. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran jajaran Anies yang sudah bersiaga mengantisipasi banjir.

"Alhamdulillah antisipasi itu sudah dilakukan dari kemarin. Atas izin Allah satu hari kering. Kenapa? Karena jajaran dalam posisi siaga," ujar Anies saat ditemui di Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (21/2).

Anies mengatakan sudah mencatat kawasan mana saja yang berisiko diterjang banjir. Berhubung jajarannya sudah tahu titik-titik mana saja yang berpotensi banjir, maka pompa hingga pengawasan langsung dikerahkan.

"Sudah dari awal ditentukan RT-RT, RW-RW yang berisiko, sehingga begitu terjadi genangan, maka langsung pompa dikerahkan, tenaga dikerahkan, pengawasan dikerahkan," tuturnya.

"Jadi status siaganya sudah dari kemarin-kemarin. Karenanya harus digarisbawahi di Jakarta ada 3 prinsipnya, 1 siaga, 2 tanggap bila ada kejadian, lalu galang bila ternyata muncul masalah. Jadi alhamdulillah 1 hari ini sudah terlihat, kejadiannya kemarin dan hari ini Jakarta kembali relatif normal," sambung Anies. (fas/rfs)