Flu Burung di RI Kian Ganas
Rabu, 15 Feb 2006 14:37 WIB
Jakarta - Meski belum menjadi pandemi, ada kemungkinan virus flu burung di Indonesia makin mengganas. Indikasinya, angka kematian makin banyak dan jarak kematian makin pendek."Dulu kan jaraknya jauh. Ini makin cepat. Artinya ada kemungkinan virus itu makin ganas," kata Mentan Anton Apriantono sebelum rapat dengan 5 gubernur di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah proaktif depopulasi akan lebih diintensifkan di daerah-daerah yang berpotensi sebagai tempat penyebaran."Daerah-daerah potensial kita sisir lagi, ada atau tidak ada kasus ayam mati, kita periksa sambil sosialisasi dari pintu ke pintu," ujar dia.Saat ini Presiden SBY menggelar rapat terbatas untuk memberi pengarahan kepada gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung.SBY nantinya akan memberikan panduan apa-apa yang perlu dilakukan pemprov, termasuk penyediaan dana operasi terkait depopulasi."Intinya ini pekerjaan bersama. Sebenarnya pemprov adalah ujung tombak," kata Mentan.Sebelumnya sempat beredar hasil penelitian menyebutkan tingkat kematian pasien virus mematikan itu di Tanah Air mencapai 69,56 persen. Ini merupakan angka tertinggi di dunia.Di Vietnam, angka kematian 45,16 persen, di Thailand dan Cina 63,63 persen, di Turki 33,33 persen, dan rata-rata dunia 53,3 persen. Begitu data yang digeber Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), DTM&H, MARS dari Departemen Pulmonologi FKUI.Kasus terakhir, satu keluarga asal Cikupang, Indramayu, Jawa Barat, masuk ke RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Flu burung diduga menjangkiti 4 anggota keluarga itu. Mereka adalah Yoyok Suaryo (28), Nuresih (22), dan Defi (2). Ketiganya merupakan ayah, ibu, dan anak. Kemudian Suangkat (50), ayah Yoyok Suaryo.
(san/)











































