PU Duga Amblasnya Cipularang Akibat Dibangun Secara Kilat
Rabu, 15 Feb 2006 12:52 WIB
Jakarta - Selain akibat kondisi tanah yang tergolong unik, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menduga amblasnya sejumlah titik di ruas Tol Cipularang akibat pengerjaannya yang kilat.Tanah di sepanjang Cikampek hingga Bandung, kata Djoko, merupakan jenis tanah lempung yang cepat berubah jika kondisi cuaca panas atau hujan."Ini bukannya belum diantisipasi oleh rencana, tapi barangkali target waktu penyelesaian mungkin yang jadi penyebab yang kurang pas," kata Djoko dalam raker dengan Panitia Ad Hoc II DPD di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Karena itu, yang saat ini dilakukan adalah bagaimana agar masyarakat dapat dilayani dan dijamin keselamatannya. Karena jika tol ditutup seluruhnya, diperkirakan bakal banyak keluhan dari masyarakat sendiri. "Tapi kalau dibuka memang ada risiko pemerintah kalau terjadi kecelakaan," ujarnya.Jalan Tol Cipularang diakui Djoko memang tergolong paling cepat penyelesaiannya, karena dapat diselesaikan dan difungsikan hanya dalam kurun waktu 13 bulan. Meski begitu, setiap pembangunan jembatan atau penimbunan di ruas jalan tersebut tetap melalui pengkajian yang mendalam.Operasi TerbatasSaat ini, lanjut Djoko, atas rekomendasi tim teknis jalan Tol Cipularang sudah bisa dioperasikan secara terbatas."Mereka bilang tol sudah bisa dibuka untuk kendaraan-kendaraan kecil, tapi tidak untuk trailer. Ini sambil menunggu Jasa Marga memperbaiki jalan," katanya.Sejak 1 Desember 2005, pemerintah sudah membentuk tim independen guna memeriksa seluruh ruas jalan tol sepanjang 41 km itu. Dari hasil pemeriksaan itu, sedikitnya ada 7 lokasi rawan longsor. Dua di antaranya rawan longsor besar.Tim independen, kata dia, sudah membuat rekomendasi perbaikan jalan dan memberikannya kepada Jasa Marga. "Pekerjaan itu memang belum selesai dilakukan Jasa Marga dan masih ada beberapa titik yang harus disempurnakan," katanya.
(umi/)











































