Tim Investigasi Impor Beras PKS Datangi Dirut Perum Bulog

Tim Investigasi Impor Beras PKS Datangi Dirut Perum Bulog

- detikNews
Rabu, 15 Feb 2006 12:36 WIB
Jakarta - Tim investigasi impor beras Fraksi PKS DPR akan mendatangi Dirut Perum Bulog untuk mengkonfrontir berbagai kejanggalan yang ditemukan. Bahkan, jika Dirut Perum Bulog tidak bisa menyakinkan, dia disarankan dinonaktifkan."Kita menemukan 4 kejanggalan dari hasil kunjungan ke Vietnam. Hal itulah yang kami konfrontir dengan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo," kata anggota Tim Investigasi Impor Beras Ferry Juliantara kepada detikcom lewat telepon, Rabu (15/2/2006).Rencananya tim investigasi ini akan datang ke Bulog sekitar pukul 13.00 WIB. Rombongan yang akan ikut di antaranya adalah Ferry Juliantara, Soeripto, Tamsil Linrung, dan Refrizal.Menurut Ferry yang juga Ketua Umum Dewan Tani Indonesia (DTI), ada empat kejanggalan dari hasil kunjungan ke Vietnam antara lain ada selisih harga pembelian yang ada di Vietnam dan di Indonesia. "Kita akan konfirmasi selisih harga itu. Apakah mark up atau biaya tambahan agar beras sampai Indonesia," ujar dia.Kedua, akan mengkonfirmasi Bulog sejauh mana keterlibatan KBRI. Sebab menurut pengakuan KBRI di Hanoi ternyata mereka tidak dilibatkan dalam pengawasan sampai kapal. Ketiga, pelaksanaan tender ternyata tidak dilakukan melalui tender terbuka. Sementara Filipina melalui tender terbuka. Keempat, menurut pengakuan pemerintah Vietnam pada Oktober-Januari tidak akan melakukan ekspor. "Kenapa Indonesia tetap diberikan ekspor. Apakah kita merengek-rengek atau apakah ada deal-deal yang lain," katanya.Dalam pertemuan nanti, lanjut dia, pihak tim investigasi akan mengkonfrontir pengakuan lisan dari Dirut Perum Bulog. "Kalau hasil konfrontasi dan wawancara kita dapatkan kesimpulan yang bisa menjelaskan temuan itu dan ternyata ada ketidakcocokan data, saya selaku Ketum DTI menyarankan Presiden menonaktifkan Dirut Perum Bulog agar dilakukan proses penyidikan pihak berkompeten baik KPK maupun kepolisian,"kata Ferry.Menyinggung pernyataan Presiden SBY bahwa impor beras tidak hanya terjadi pada masa pemerintahannya saja, Ferry mengatakan, tidak tertutup kemungkinan tim investigasi membongkar kasus impor beras di masa pemerintahan sebelumnya."Saya setuju bahwa kasus importasi beras tidak hanya pada zaman SBY. Makanya tidak menutup kemungkinan membongkar importasi masa silam. Tapi tentu yang kita prioritaskan adalah yang sekarang ini," demikian Ferry Juliantara. (san/)


Berita Terkait