Round-Up

Fakta-fakta Banjir di Jakarta: dari Ketinggian hingga Data Curah Hujan

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 09:04 WIB
Sejumlah warga beraktivitas di kawasan yang terendam banjir di Cipinang Melayu, Jakarat Timu, Jumat (19/2). Banjir setinggi 1 meter lebih itu sejak jam 3 dini hari tadi. Dan saat ini masih membutuhkan evakuasi dan tempat pengungsian.
Warga kebanjiran di Cipinang Melayu, Jakarta (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta pada Sabtu kemarin. Curah hujan yang tinggi serta kiriman air dari hulu disinyalir menjadi penyebabnya.

Air merendam permukiman warga, jalan raya, bahkan hingga jalan tol. Akibatnya, sejumlah akses jalan ditutup sementara hingga air surut.

Karena banjir ini, beberapa warga terpaksa mengungsi. Namun, ada pula yang memilih bertahan di lantai 2 rumah masing-masing.

Nahasnya, banjir ini terjadi saat pandemi COVID-19. Sejumlah pasien positif Corona yang tengah isolasi mandiri di rumah dievakuasi oleh petugas.

Berikut sejumlah fakta mengenai banjir di Jakarta yang terjadi pada Sabtu (20/2) kemarin:

1.Banjir di Cipinang Melayu Capai 3 Meter

Banjir merendam kawasan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Sebagian warga yang terdampak mulai mengungsi di kolong tol Becakayu.Banjir merendam kawasan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Sebagian warga yang terdampak mulai mengungsi di kolong tol Becakayu. (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Banjir di kawasan RW 04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengalami kenaikan. Ketinggian air sempat mencapai 3 meter.

"Iya (3 meter)," ujar Ketua RW 04 Irwan Kurniadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (20/2/2021) pagi.

Irwan menyampaikan banjir sebetulnya sudah surut total pada Jumat (19/2) pukul 24.00 WIB. Namun tiba-tiba air kembali datang pada pukul 02.00 WIB, Sabtu (20/2).

2. Tanggul Jebol

Perumahan Puri Gading Bekasi sempat kebanjiran hingga 1 meter. Banjir diduga akibat ada tanggul yang jebol di klaster perumahan Alam Raya Satu. (Yogi Ernes/detikcom)Foto: ilustrasi tanggul jebol (Yogi Ernes/detikcom)

Tanggul di Pondok Karya, Jakarta Selatan, jebol. Hal ini dibenarkan Djaharuddin selaku Camat Mampang Prapatan.

"Iya (tanggul di Pondok Karya jebol)," ujar Djaharuddin ketika dikonfirmasi, Sabtu (20/2/2021).

Selain di Pondok Karya, tanggul di Tegal Parang juga jebol. Lokasi tanggul yang jebol itu berada di belakang kantor kecamatan Mampang Prapatan.

"Di Tegal Parang, (jadi total di Mampang Prapatan) ada dua titik (tanggul) yang jebol," kata Djaharudin.

3. Banjir di Tol

Banjir di tol jorr TB Simatupang, tepatnya di KM 25,200 atau di perempatan Trakindo, Sabtu (20/2/2021).Banjir di tol jorr TB Simatupang, tepatnya di KM 25,200 atau di perempatan Trakindo, Sabtu (20/2/2021). Foto: Ari Saputra/detikcom

Banjir di ruas jalan tol terdapat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Dalam Kota, Tol JORR, Tol Jagorawi hingga Tol Jakarta-Tangerang. Terparah, banjir di Tol JORR TB Simatupang.

Pada Sabtu (20/2) kemarin, akses Tol JORR TB Simatupang tepatnya di GT Ampera I, Jakarta Selatan ke arah Lebak Bulus tidak dapat diakses kendaraan. Banjir dengan ketinggian sekitar 60 Cm itu membuat sejumlah kendaraan terpaksa harus berhenti di tengah jalan tol.

Banjir di dalam tol menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan. Pengemudi lain diimbau untuk sementara waktu mencari jalur alternatif.

"Memang titik banjir terparah di TB Simatupang. Imbas adanya genangan di sekitar sana, imbasnya sampai di dalam tol. Pengemudi diimbau mencari jalur alternatif," kata petugas NTMC Polri, Wiwi, saat dihubungi, kemarin.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya >>>

Simak video 'Analisis BMKG Terkait Curah Hujan Ekstrem di Jabodetabek':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2