Fakta-fakta tentang Moge

Fakta-fakta tentang Moge

- detikNews
Rabu, 15 Feb 2006 11:34 WIB
Jakarta - Kebanyakan moge adalah hasil selundupan dari negara Singapura. Modusnya adalah dengan mempreteli dan mengemasnya menjadi beberapa paket, kemudian disusupkan di dalam peti kemas.Itulah sedikit fakta tentang moge yang disampaikan seorang penggemar moge yang meminta agar identitasnya tidak ditulis pada detikcom, Rabu (15/2/2006). Penggemar moge ini dulunya aktif berkegiatan dengan mogenya. Meski tidak seaktif dulu dalam bermoge ria, menarik juga mengetahui fakta-fakta yang diketahuinya tentang moge:1. Masuknya Moge ke IndonesiaMoge yang masuk ke Indonesia kebanyakan adalah hasil selundupan dari negara asal Singapura. Modusnya adalah dengan memreteli dan mengemasnya menjadi beberapa paket, kemudian disusupkan di dalam peti kemas untuk bisa masuk melalui pelabuhan Sunda Kelapa, Pasar Ikan (tidak dengan kontainer tapi boks-boks kayu), Tanjung Priok (biasanya difasilitasi aparat BC) atau pelabuhan lain termasuk Semarang dan Surabaya. Kebanyakan moge yang dimasukkan adalah moge bekas mulai dari kelas Suzuki Bandit 400 cc sampai dengan Honda Goldwing 1800 cc dengan tahun bervariasi. Setelah masuk, kemudian dirakit dan dipasarkan.Lokasi perakitan biasanya adalah seputaran Mangga Dua dan Pademangan (belakang kantor Telkom Pademangan), Jalan Kran Kemayoran, kawasan Halim, Bintaro dan beberapa tempat lainnya.Tempat-tempat tersebut juga merupakan tempat penjualan moge seken.2. Kelengkapan SuratMoge-moge seken tersebut pasti tidak dilengkapi dokumen impor, dan pasti melanggar hukum karena mengimpor kendaraan bekas adalah dilarang. Ada beberapa yang dilakukan untuk seolah-olah melegalkan keberadaan moge tersebut.Pernah Polda Metro Jaya membuat bantuan STNK (yang hanya berlaku 6 bulan), kemudian dengan bentuk kartu Bina Mitra, terus semacam surat keterangan yang dikeluarkan oleh Polda Jabar. Hal ini membuat seolah-olah mensyahkan keberadaan moge di jalanan. Cara yang legal adalah dengan menunggu "pemutihan" hingga dokumen impor keluar dari BC, untuk kemudian dibuat STNK BPKB dari Polda Metro Jaya.3. ArogansiPengendara moge dikenal arogan dan sewenang-wenang? Ya mungkin karena merasa beli mahal dan mendapat "surat sakti" pengendara merasa lebih jagoan dari yang lain. Padahal nggak semua begitu, pengendara selain moge juga banyak yang melakukan teror di jalanan misalnya rombongan sejumlah ormas. Pengendara mobil juga banyak yang arogan dengan memepet dan tidak memberi jalan kepada pengendara motor. Ini semua kembali kepada masalah sifat mental dan akhlak pengendaranya, jadi bukan mogenya yang arogan tapi lebih karena manusianya yang sakit. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads