Amien Rais Anggap DPR Hanya Tukang Stempel Pemerintah
Rabu, 15 Feb 2006 11:24 WIB
Jakarta - Setahun lebih di bawah pemerintahan Presiden SBY, kinerja DPR dinilai mantan Ketua MPR Amien Rais merosot jauh. Sikap DPR mulai lemah. Bahkan ada kecenderungan menjadi tukang stempel pemerintah."Sekarang legislatif jadi rubber stamps, memang belum sunset, tapi cenderung melemah," tutur Amien dalam perayaan ulang tahun Soegeng Sarjadi Syndicate di Hotel Four Seasons, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Idealnya, imbuh Amien, empat elemen demokrasi, yakni eksekutif, legislatif, yudikatif dan media massa bisa saling melakukan check and balance satu sama lain. Jika tidak, maka demokrasi akan berjalan pincang."Sekarang yudikatifnya malah sering berkelahi. Pers pun demikian, sebagian kritis, tapi sebagian masih sekadar mengiyakan saja," katanya.Untuk eksekutif, Amien memberikan apresiasi karena saat ini telah menunjukkan hal-hal positif. "Eksekutif cukup cheerful intelligent dan brilian, namun jika tidak ada balance akan berbahaya," tegasnya.Karena itu, Amien berharap keempat elemen tersebut saling menyeimbangkan dengan cara-cara yang arif. "Biar selalu teduh dan demokrasi tidak pincang," tegasnya.BUMNDalam kesempatan itu, Amien juga menyoroti banyaknya BUMN yang saat ini berpindah tangan dan lepas dari tangan pemerintah. "Masalah ini harus kita cermati, kalau korporasi kita semua diambil, kita hanya jadi pekerja. Kita dapat apa?" tanyanya.Dia melihat saat ini ada beberapa BUMN yang sedang menunggu antrean untuk diambil alih swasta. "Kemudian kita akan jadi kuli," tandasnya.Menurutnya, dalam era globalisasi saat ini, mantra-mantra divestasi, investasi, dan deregulasi yang menjadi jargon globalisasi tidak boleh mentah-mentah ditelan. "Contohnya, Indosat diambil, tapi kita tenang-tenang saja. Korporasi memang cenderung kleptokratis," tutur guru besar UGM itu.
(umi/)











































