Melihat Perjuangan Petugas Evakuasi Pasien COVID di Tengah Banjir Bekasi

Rahmat Fathan - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 00:24 WIB
Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)
Foto: Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)
Bekasi -

Banjir melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, Jawa Barat. Petugas pun berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir di rumah masing-masing. Termasuk salah satunya pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri.

detikcom berkesempatan menaiki perahu karet tim operasi banjir di Perumahan PGP Bekasi pada Sabtu (20/2) sore sekira pukul 17.00 WIB. Setidaknya ada tiga RW yang terendam banjir yaitu RW 08, RW 09, dan RW 10.

Dalam perahu yang dinaiki detikcom, petugas melakukan patroli di kawasan yang terdampak banjir. Patroli dilakukan sebagai upaya preventif apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan.

Namun, tim operasi banjir tak sekedar berpatroli dengan tangan kosong. Mereka turut membawa air minum kepada warga yang memilih bertahan di rumah.

Ruas jalan di perumahan PGP Bekasi cukup luas dan bisa dilalui dua mobil. Sehingga, tim operasi banjir yang berpatroli juga tampak lebih leluasa menyusuri banjir dengan memakai perahu karet.Terlihat sampah-sampah plastik tergenang di sepanjang area banjir.

Ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga bervariasi. Di sisi lain, listrik perumahan terlihat padam. Sebagian warga yang bertahan di rumah menggunakan genset, sebagian lainnya memakai alat penerangan seadanya.

Petugas yang berpatroli terlihat menyapa warga. Tak lupa juga, mereka menawarkan para warga untuk dievakuasi.

"Nggak mau ah, males," ujar seorang Ibu-ibu dari lantai dua rumahnya saat ditanyai petugas ingin dievakuasi atau tidak.

Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)Foto: Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)

Sesekali mesin perahu karet mati lantaran baling-baling tersangkut sampah. Di beberapa kesempatan, mesin tersebut sengaja dimatikan saat kedalaman air terlalu rendah.

Beberapa warga yang banjir di rumahnya telah surut nampak mulai bersih-bersih. Di lain kesempatan, terlihat pula warga menyempatkan untuk berswafoto dengan latar kondisi banjir.

Kemudian, warga yang lain juga nampak menikmati pemandangan banjir dari lantai dua rumahnya. Sesekali petugas patroli menyapa warga tersebut.

"Bu mau air minum tidak?" kata petugas operasi banjir yang sedang berpatroli.

"Kalau air nggak mau, maunya nasi padang, apalagi kalau pakai rendang," jawab seorang Ibu-ibu yang berada di lantai dua rumahnya.

Banyolan warga tersebut pun dibalas petugas. "Kaya lagu, hehe," ucap petugas tersebut.

Meski demikian petugas tetap sedia menawarkan air minuman kepada para warga. Tak sedikit pula warga yang mau menerima air minum yang dibawa petugas patroli.

"Wah, boleh deh. Apa aja yang dikasih kita mah nerima aja hahaha," kata Ibu-ibu yang dijumpai petugas di depan rumahnya.

Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)Foto: Banjir di Pondok Gede Permai (Fathan/detikcom)

Petugas patroli mengantarkan langsung air minum kepada warga. Mereka rela turun dari dari perahu karet dan berbasah-basahan demi memastikan warga menerima air minum tersebut.

"Ayo ayo siapa lagi yang mau air minum. Bapak mau Pak? Ayo sini kalau mau," tutur petugas.

Setelah kurang lebih 30 menit berpatroli, petugas kembali ke gerbang Pondok Gede Permai. Di perjalanan pulang, ada tiga orang warga yang sedang menyusuri banjir menuju pintu masuk perumahan.

Tiga orang warga tersebut menaiki kasur angin. Dua di antaranya mendayung menggunakan serokan air.

Sepenuturannya, mereka hendak mengambil kebutuhan logistik di posko pengungsian. Petugas patroli pun membiarkan mereka menempel perahu karet tim operasi banjir dan kembali ke titik evakuasi pada pukul 17.30 WIB.

Sesampainya di titik evakuasi, petugas menerima informasi adanya warga terdampak banjir pasien isolasi mandiri COVID-19 yang ingin dievakuasi. Area pun disterilkan dengan disinfektan dan orang-orang yang tak berkepentingan diminta menjauh.

Dua orang petugas BPBD Bekasi bergerak menuju rumah warga tersebut. Mereka menggunakan peralatan APD lengkap.

Sementara itu, di titik evakuasi yang tak terkena banjir, satu unit ambulans milik Puskesmas Jati Asih, Bekasi datang untuk menjemput. Di sini, ada dua orang petugas yang berjaga-jaga.

Suasana tampak tegang dan membisu. Sekira pukul 18.00 WIB, dua orang petugas BPBD Bekasi tadi akhirnya datang bersama warga tersebut.

Detik-detik Evakuasi Pasien Isolasi Mandiri COVID Korban Banjir Bekasi. (Rahmat Fathan/detikcom)Foto: Detik-detik Evakuasi Pasien Isolasi Mandiri COVID Korban Banjir Bekasi. (Rahmat Fathan/detikcom)

Setelah tiba, pasien isoman (isolasi mandiri) itu langsung masuk ke dalam mobil ambulans. Ia adalah seorang lansia dan membawa sebuah tas saat dievakuasi.

Sopir ambulans pun tancap gas mengantarkan pasien. Kemudian, dua orang petugas yang berjaga di titik penjemputan bergegas menyemprotkan disinfektan ke perahu karet yang dipakai penjemputan.

(isa/isa)