Menaker Resmikan Workshop Pelatihan Calon TKI di Lombok Timur

Abu Ubaidillah - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 19:53 WIB
Menaker Ida Fauziyah meresmikan workshop pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur, Sabtu (20/2/2021)
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meresmikan workshop pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur. Ini merupakan workshop pertama sebagai pemenuhan tanggung jawab dalam memberikan teknis bagi CPMI sebelum berangkat ke luar negeri.

"Workshop BLK ini kami dedikasikan kepada para CPMI sebagai salah satu perlindungan kepada mereka," kata Ida dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/2/2021).

Pernyataan ini disampaikannya dalam sambutan pembukaan Pelatihan Tahap I dan Peresmian Gedung Workshop Calon Pekerja Migran di BLK Lombok Timur, NTB. Ia mengatakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), salah satu tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kompetisi CPMI adalah menyediakan dan memfasilitasi pelatihan CPMI melalui anggaran pelatihan vokasi ini berasal dari fungsi pendidikan.

"Kenapa kami mulai di Lombok? Karena NTB termasuk provinsi yang menempatkan PMI di luar negeri paling banyak," katanya lebih lanjut.

Menurutnya pembangunan workshop ini merupakan salah satu program lompatan Kemnaker, yaitu pengembangan pasar kerja luar negeri. Tujuannya ialah untuk memperluas negara penempatan PMI dan memfasilitasi pengisian jabatan pada sektor-sektor formal.

"Kita tidak akan memberangkatkan PMI ke luar negeri, kecuali PMI yang certified dan memiliki kompetensi kerja," jelasnya.

Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah menghibahkan lahan untuk perluasan area BLK Lombok Timur. Adapun BLK Lombok Timur memiliki lahan seluas 11,7 hektare dan saat ini Kemnaker kembali menerima hibah lahan dari Pemkab Lombok Timur seluas 3,5 hektare yang diserahkan Bupati Lombok Timur, M. Sukiman Hazmi.

"Kami akan jaga amanah ini dengan memperluas kejuruan, di antara yang dibutuhkan adalah kejuruan pertanian sesuai yang diinginkan Pak Bupati yang mewakili masyarakat Lombok Timur," imbuhnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengapresiasi upaya Kemnaker yang membangun workshop pelatihan bagi calon pekerja migran. Ia berharap workshop ini bisa membantu masyarakat meningkatkan kompetensi serta meminimalkan pekerja migran unprosedural.

"Terobosan Ibu Menteri dengan menghadirkan fasilitas workshop yang luar biasa ini memungkinan teman-teman yang tertarik untuk bekerja di luar negeri memperoleh kompetensi atau keahlian yang memadai. Sehingga betul-betul maksimal mereka yang bekerja di luar negeri," katanya.

Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan mengatakan selain peresmian workshop bagi CPMI, dalam kesempatan ini juga dilakukan pembukaan tahap I BLK Lombok Timur. Pelatihan tahap I terdiri dari 5 paket (80 peserta) dengan durasi 120 jam atau 27 hari dengan kejuruan yang dibuka adalah perhotelan dan kapal pesiar.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BLK Lombok Timur dengan Asosiasi Industri di Lombok Timur, serta pengukuhan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja Industri (FKLPI) Daerah NTB.

Turut hadir dalam acara ini Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono; Staf Khusus Menaker, Dita Indah Sari; Staf Khusus Menaker; Hindun Anisah; Staf Khusus Menaker; Caswiyono Rusdy; dan Kepala BLK Lombok Timur, Sabar.

(prf/ega)