Banjir di Cipinang Melayu Jaktim, Pengungsi Butuh Diaper hingga Masker

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 16:31 WIB
Ratusan warga Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Universitas Borobudur
Ratusan warga Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Universitas Borobudur. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Ratusan warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, yang terdampak banjir mengungsi di masjid Universitas Borobudur. Para pengungsi masih membutuhkan bantuan makanan, diaper, obat-obatan, hingga masker.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (20/2/2021) pukul 15.00 WIB, tampak ratusan warga beristirahat di dalam dan luar halaman masjid. Total pengungsi di Universitas Borobudur hingga siang ini mencapai 400 jiwa, termasuk lansia dan balita.

"Total jam 12.00 WIB, 474 jiwa yang mengungsi di Universitas Borobudur. Lansia sehat dibawa ke sini, anak balita juga ada di sini," kata Sekretaris Kampung Siaga Banjir Cipinang Melayu Sri Rudiyanti.

Sri mengatakan di titik pengungsian tersebut sejauh ini belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Hanya ada bantuan nasi bungkus dari pemberian sejumlah orang.

"(Bantuan) dari luar belum. Belum, (bantuan) dari Pemprov belum. Dari hamba Allah nasi bungkus 100 sama bingkisan 90 bungkus, isinya mi sama biskuit sama air mineral," ujarnya.

Sri berharap ada bantuan untuk kebutuhan para pengungsi. Dia menyebut yang paling diperlukan saat ini adalah diaper, obat-obatan, makanan, hingga masker.

"Yang dibutuhkan makanan anak-anak, makanan nasi bungkus, diaper, biskuit, obat-obatan, masker," ujarnya.

Lebih lanjut Sri mengatakan pengungsi yang sakit dibawa ke puskesmas yang berada di samping masjid. Sedangkan warga yang terdampak banjir dan sedang terpapar COVID-19, Sri menyampaikan, sudah diurus di tempat berbeda oleh masing-masing RT.

"Ada puskesmas di samping masjid buat yang sakit. (Isolasi) nggak ada, itu sudah diurus pak RT, diurus di tempat berbeda," imbuhnya.

Hingga saat ini wilayah Cipinang Melayu tepatnya di RW 04 masih terendam banjir. Banjir yang menggenangi kawasan ini sejak dini hari tadi belum juga surut.

(eva/eva)