Kasus Munir Tidak Akan Terungkap

Kasus Munir Tidak Akan Terungkap

- detikNews
Rabu, 15 Feb 2006 02:49 WIB
Jakarta - Kasus meninggalnya aktivis HAM Munir dinilai tidak akan pernah tuntas. Hal ini terjadi karena BIN dan kepolisian sama-sama memegang fakta masing-masing yang tidak akan pernah dibuka."Saya yakin ini tidak akan terungkap. Polisi punya kartu truf, BIN punya kartu truf. Jadi ini akan berhenti begini saja," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Djoko Edi Abdurrahman di sela-sela rapat kerja Komisi III DPR dengan Kabareskrim di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (14/2/2006).Menurutnya tidak ada perkembangan yang berarti dalam pengungkapan kasus kematian Munir yang disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara. Polisi masih kesulitan mendapatkan bukti-bukti tambahan untuk mengembangkan kasus ini. Bahkan hingga saat ini rekaman pembicaraan telepon antara Pollycarpus dengan BIN belum juga didapatkan. Padahal rekaman ini bisa menjadi petunjuk siapa aktor utama atau dalang pembunuhan ini."Jawaban yang disampaikan Kabareskrim tadi tidak ada kemajuan dari data sebelumnya. Hanya berputar-putar begitu saja," keluh Djoko.Yang menarik, sejumlah anggota Komisi III termasuk dirinya meminta agar terpidana Pollycarpus yang dihukum 14 tahun penjara segera dibebaskan saja. Karena vonis yang dijatuhkan semata-mata didasarkan pada keyakinan hakim. Bukan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan."Kalau begini nanti akan jadi preseden buruk dan jadi yurisprudensi. Kalau memang tidak terbukti dan tidak cukup kuat bukti lepaskan. Lebih baik melepaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah," kata Djoko.Djoko yang juga anggota tim pemantau kasus Munir DPR menilai, penuntasan kasus ini jangan hanya untuk menaikkan popularitas Presiden SBY bahwa dia dianggap sebagai presiden yang peduli terhadap HAM atau Polri yang mampu melaksanakan sesuatu atau hakim yang mampu menghukum."Jangan seperti itu. Ini hukum yang menyangkut hidup orang. Ini perlu dikoreksi," tegasnya.Dia mengusulkan agar polisi lebih kreatif dan bekerja lebih keras lagi untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan lain motif pembunuhan ini. Tidak hanya terpaku pada teori dan fakta yang sudah ada. Namun dia pesimis hal itu akan dilakukan Polri."Harus dicari di luar teori mie goreng dan gelas jus jeruk yang memungkinkan kita sampai pada si aktor pembunuhan," ujarnya. (ddn/)


Berita Terkait