Akhir 2006, Indonesia Produksi Massal Vaksin Flu Burung

Akhir 2006, Indonesia Produksi Massal Vaksin Flu Burung

- detikNews
Selasa, 14 Feb 2006 22:26 WIB
Jakarta - Bila tidak ada aral melintang, paling lambat akhir tahun ini Indonesia sudah bisa mulai memproduksi obat dan vaksin flu burung secara massal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Penangkal penyakit flu burung ini diproduksi oleh Baxter (produsen obat AS) dengan Bio Farma. Bahan baku diracik oleh Baxter, pengolahan dan produksinya di Indonesia. "Yang akan kita produksi bersama Baxter ini adalah vaksin dengan strain untuk manusia. Yang beredar selama ini adalah Vietnam strain," kata Menkes Siti Fadilah Supari, usai rapat kabinet terbatas sore ini di Kantor Presiden, Jakarta.Menkes memaparkan, saat ini di Indonesia terdapat enam cluster penularan virus flu burung. Jumlah penderita positif, mencapai 26 orang. Sebanyak 18 orang diantaranya meninggal dunia. "Ini tertinggi di dunia," tandasnya.Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. Mengingat potensi dari penyebaran virus ini cukup agresif, meski belum ada penularan antar manusia. Bukan cuma melalui kontak unggas hidup, tapi juga unggas mati dan kotorannya. Hal ini masih diperparah lagi dengan belum bisanya masyarakat membedakan gejala awal flu burung dengan flu biasa yang memang kebutulan mirip. Mereka akhirnya mengkonsumsi obat flu biasa dan saat dibawa berobat ke RS biasanya sudah dalam kondisi kritis. "Rata-rata 5-7 hari setelah terjangkit, padahal Tamiflu hanya efektif pada 24 jam pertama," ujar Menko Kesra Aburizal Bakrie pada kesempatan sama.Galakkan Impor TamifluMaka untuk mencegah bertambahnya korban jiwa hingga beredarnya obat dan vaksin produk dalam negeri, pemerintah akan mengimpor 200 ribu kotak Tamiflu yang cukup untuk 400 ribu orang penderita. "Kita akan menambah persedian Tamiflu. Pemerintah akan galakkan upaya lobi untuk pengadaannya," kata Ical. Saat ini stok yang tersedia sekitar 16 ribu kotak. Pada bulan November nanti akan datang 20 ribu kotak Tamiflu yang merupakan pesanan pada awal tahun ini. (ddn/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait