Suporter PSIM Bentrok Lawan Aparat
Selasa, 14 Feb 2006 20:23 WIB
Yogyakarta - Suporter PSIM Yogyakarta terlibat bentrokan melawan aparat kepolisian seusai pertandingan melawan Arema Malang di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (14/2/2006). Akibatnya salah seorang pengurus Brajamusti wadah organisasi suporter PSIM, Ary (25) mengalami luka karena terkena pukulan dan pentungan dari aparat.Keributan seusai pertandingan itu bermula, wasit Erwin Winter dari Jakarta Timur meniup peluit panjang tanda pertandingan usai. Suporter tuan rumah yang kecewa itu sempat meluapkan kekecewaannya dengan melempari tenda besi tempat pengawas pertandingan menggunakan botol air minum.Saat itu wasit menuju ke meja pengawas pertandingan, puluhan suporter yang berada di atas tribun langsung melempari sambil memaki-maki wasit. Saat itu wasit, Erwin berhasil diselamatkan oleh dua orang petugas keamanan yang pengawalnya masuk ke salah ruangan di stadion.Namun dua orang asisten wasit yakni Iman Poniman dan Udin Sumarsah yang datang belakangan langsung mendapat lemparan botol air minum serta pukulan dari beberapa orang suporter.Asisten wasit Udin Sumarsah yang hendak menuju meja panpel menyerahkan botol dan batu serta melaporkan aksi pelemparan dirinya. Namun saat membawa batu itu, Udin sempat dicegat beberapa orang suporter hingga terjadi saling tarik-menarik.Udin sempat menerima pukulan mengenai pipi dan tangan. Sedangkan asisten wasit lainnya Iman Poniman yang sudah berada di meja pengawas terjatuh dipojok meja setelah didorong oleh suporter yang marah. Namun kedua berhasil diselamatkan aparat keamanan.Namun sial bagi Ary yang semula hendak mengamankan suporter dan asisten wasit justru kena bogem mentah petugas. Meski sempat diredam oleh beberapa ofisial, bentrokan antara pengurus suporter dengan aparat keamanan tak dapat terelakkan. Puluhan petugas bersenjatakan pentungan kayu sempat mengejar beberapa orang suporter hingga ke tengah lapangan.Ary warga Kricak Tegalrejo yang juga salah pengurus Suporter Brajamusti berusaha meredam kekecewaan para suporter. Saat itu Ary yang mengenakan seragam Punggawa Brajamusti itu berusaha menenangkan suporter yang berada di tribun VIP.Namun entah mengapa, Ary yang semula hendak menenangkan massa justru ditelikung dari belakang oleh beberapa orang petugas. Saat itu pula Ary langsung mendapat bogem mentah, pukulan rotan dan tendangan petugas.Akibatnya dia menderita luka di pipi kanan di bawah mata hingga berdarah serta kepala mengalami benjol-benjol. "Saya sudah sudah berteriak kalau anggota keamanan Brajamusti, tapi tetap saja dipukuli petugas," katanya.
(ddn/)











































