30 Warga Puncakjaya Tewas Kedinginan

30 Warga Puncakjaya Tewas Kedinginan

- detikNews
Selasa, 14 Feb 2006 16:46 WIB
Jakarta - Tak kurang dari 30 orang di Puncakjaya, Papua, meninggal akibat kedinginan. Suhu di sana mencapai 5 derajat celcius. Menurut Wakil Ketua Tim Interdep, Tibrani, petugas yang ada di sana sudah diperintahkan untuk memantau lokasi tersebut."Saat ini kita sedang koordinasi dengan Pemda Puncakjaya untuk mengatasi masalah ini," kata Tibrani kepada wartawan usai jumpa pers di kantir Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (14/2/2006).Menurut Tibrani, untuk mencegah kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, harus ada koordinasi yang baik dalam Pemda setempat. Bukan hanya bupatinya saja, tapi juga dinas-dinas terkait."Mereka yang harus diberdayakan," tambah Tibrani.PendidikanSementara itu, dilaporkan sedikitnya ada 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yahokimo namun jarang dikunjungi oleh guru yang seharusnya bertugas di tempat itu. Menurut Ketua Tim Interdep, Rizal Mallarangeng, salah satu SMP tersebut yaitu di daerah Kurima, hanya didatangi oleh gurunya sebulan sekali. Bahkan kepala sekolah sudah 3 tahun ini tidak mengunjungi sekolah tersebut. Padahal guru dan kepala sekolah tersebut terus menerima gaji."Mereka tinggal di Wamena dan jaraknya cuma 25 km," kata Rizal dalam jumpa pers. Karena itu, untuk menanggulangi masalah pendidikan ini, tim Interdep meminta kepada Diknas untuk segera mengirimkan guru ke Yahokimo kemudian mengawasi dengan baik. Menurut Rizal, guru dan kepala sekolah yang dibutuhkan paling sedikit 20 orang.Sementara itu Wakil Tim Interdep, Tibrani, mengungkapkan, saat ini Interdep sedang melakukan koordinasi dengan Diknas. "Apakah ada tenaga guru dan kepala sekolah di sana yang dapat diberdayakan," kata Tibrani. Selain itu, pemda setempat juga harus mau peduli dengan dengan meningkatkan kontrol kepada guru-guru dan kepala sekolah. Setelah otonomi daerah, tanggung jawab dasar seperti pendidikan dilimpahkan kepada kabupaten.Selain kontrol, pemerintah juga harus mulai membangun infrastruktur agar guru dan kepala sekolah yang bertugas disana betah. "Siapa yang betah tinggal di daerah yang nggak ada listrik dan air bersih," kata Rizal. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads