4 Daerah Serupa Yahukimo di Papua Butuh Bantuan Pangan
Selasa, 14 Feb 2006 14:59 WIB
Jakarta - Sedikitnya 4 kabupaten di Papua kini membutuhkan bantuan pangan dari pemerintah pusat. Kondisi 4 kabupaten ini tidak jauh beda dengan Yahokimo yang namanya melejit karena rawan pangan.Keempat kabupaten itu adalah Pollikara, Jayawijaya, Gunungbintang dan Puncakwijaya."Saya harap pemerintah juga memberi bantuan kepada 4 kabupaten ini seperti Yahokimo," ungkap Ketua Tim Interdepartemen (interdep) Rizal Mallarangeng saat jumpa pers mengenai perkembangan Tim Interdep di Kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (14/2/2006).Sementara mengenai kasus rawan pangan di Yahokimo, Rizal menuturkan, selama kurang lebih satu bulan 9 hari, Tim Interdep telah membangun sedikitnya 17 posko di pengunungan Yahokimo.Setiap posko terdiri dari 1 dokter, 1 perawat, 1 operator radio, 1 personel Polri, 1 personel TNI, dan 1 ahli pertanian yang masing-masing bertanggung jawab di bidangnya.Dokter dan perawat bertanggung jawab pada kesehatan masyarakat, operator radio pada sistem komunikasi, Polri dan TNI pada pendistribusian bantuan, dan ahli pertanian bertanggung jawab pada pengembangan bibit-bibit baru.Dokter di setiap posko diganti setiap dua minggu sekali. Artinya 17 dokter baru akan didatangkan dan bertugas di 17 posko selama dua minggu. Dalam masalah kesehatan di Yahokimo, penyebab kematian tertinggi adalah infeksi pernafasan akut yang kebanyakan diderita anak-anak."Mereka tinggal di hanai (rumah adat) yang tidak ada jendelanya. Padahal mereka bakar-bakar di dalam rumah, bagaimana nggak kena infeksi," katanya.Karena itu Tim Interdep berencana membangun rumah hanai yang memiliki jendela agar sirkulasi udara lebih baik.Selain infeksi saluran pernafasan, penyakit yang sering ditemukan antara lain cacingan, kudis dan disentri. Namun tidak dijumpai adanya busung lapar meski terjadi rawan pangan."Tidak ada malnutrisi kronis di sana. Kalau memang ada, itu bisa dilihat dari orang yang hidup juga," kata Rizal.Kelaparan 0%Sementara mengenai sistem pengiriman bahan makanan yang dilakukan Tim Interdep juga semakin efektif. Tim menggunakan helikopter Kamov yang sekali terbang dapat mengangkut sedikitnya 3,5 ton bahan makanan. Dengan bantuan heli tersebut, hingga kini bantuan makanan yang terkirim sudah terkumpul sebanyak 240 ton."Saya kira rawan pangan di Yahokimo sudah diminimalisir. Kemungkinan terjadinya kelaparan nol persenlah," katanya.Program interdep ini, imbuhnya, akan berlangsung selama 4 bulan. Dana yang dikeluarkan untuk program ini sudah dialokasikan oleh pemerintah sebesar Rp 65 miliar. Namun, lebih dari 60 persen dari dana itu atau sekitar Rp 37,5 miliar habis untuk menyewa pesawat. Dana sisanya untuk memberikan bantuan pangan.Rizal berharap setelah program bantuan ini selesai, pemerintah memikirkan lagi program jangka menengah dan jangka panjangnya."Kalau cuma 4 bulan dan berhenti begitu saja, saya kira tidak akan menyelesaikan masalah, harus ada langkah lanjutannya," kata dia.Sebab setelah 4 bulan, pihaknya akan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas kepada pemda setempat. Karena itu dia berharap pemda di sana dapat melanjutkan program ini dengan sebaik-baiknya agar tidak sia-sia.Yahokimo berpenduduk sekitar 51 ribu jiwa. Mereka tinggal di pegunungan yang tidak ada akses keluar selain dengan pesawat.
(umi/)











































