Di Belanda Klub Moge Identik Kriminal

Di Belanda Klub Moge Identik Kriminal

- detikNews
Selasa, 14 Feb 2006 14:43 WIB
Di Belanda Klub Moge Identik Kriminal
Den Haag - Mereka hanya mengakui peraturan sendiri, tidak mengakui peraturan formal serta nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Mereka juga tidak segan memakai kekerasan.Di Belanda ada dua arus moge Harley Davidson (HD). Pertama, arus tak terorganisir. Biasanya cuma perorangan, berpakaian biasa (tidak berseragam), tidak punya identitas. Mereka ini individu penikmat motor. Jika tour membelah jalan raya umumnya sendirian atau jumlah mereka terbatas sesama kawan akrab. Tak sampai puluhan apalagi ratusan hingga mendominasi jalanan.Kedua, arus terorganisir, yakni klub Hells Angels (HA) yang memiliki cabang dan jaringan rapi ke seluruh negeri, berturut-turut: Amsterdam, Haarlem, Kampen, Rotterdam, Westport, Northcoast, Curacao (wilayah Belanda di Karibia). Klub moge ini menyolok dengan identitas serba hitam, dengan logo tengkorak manusia bertopi indian dari sayap elang.Sepak terjang klub moge ini tak pernah sepi dikaitkan dengan kekerasan dan kriminalitas. Parlemen Belanda pada 1995 pernah membentuk Komisi Angket untuk menyelidiki aktifitas klub moge ini. Komisi Angket menyebutnya secara resmi sebagai jaringan kriminal dan diduga mengelola bisnis amfetamin (XTC, narkoba), perdagangan perempuan, serta kendaraan bermotor curian. Para analis dalam komentarnya di media Belanda bahkan menyebutnya sebagai chapter yang paling kaya dan berpengaruh di seluruh Eropa. Anatomi kegiatan klub moge ini makin jelas menyusul peristiwa pembunuhan 3 anggota mereka dari Hells Angels anak cabang Nomads (Oirsbeek) pada Februari 2004: Paul de Vries (Ketua Nomad), Cor Pijnenburg dan Serge Moon Wagener. Polisi mengerahkan tim reserse khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan itu. Dari situ terkuak bahwa ternyata Paul de Vries, membangun lintas narkoba dengan mafia Colombia untuk menyelundupkan narkoba ke Belanda melalui Curacao. Diduga deal itu tercium Angels pusat di Amsterdam, dinilai ilegal (tanpa sepengetahuan bos), lalu mereka dihabisi.Tali-temali kasus makin terurai ketika anggota Angels dari Curacao, Angelo Diaz, diterbangkan Nomads ke Belanda sebagai saksi atas upaya deal ilegal itu dan sekaligus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada organisasi. Diaz adalah anggota yang menjadi kepanjangan tangan dan terlibat dalam deal ilegal itu. Sadar bakal mendapat hukuman mati dari klub, Diaz sesampainya di Belanda bukannya ke markas klub moge itu melainkan menyerahkan diri kepada polisi. Dia membuka semua informasi klub moge Angels dengan nilai tukar perlindungan keselamatan. Keterangan Foto: Salah seorang anggota moge Hells Angels dengan tatu logo organisasi (Sumber: Planet.nl) (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads