Bajaj BBG Diluncurkan
Sutiyoso: Kancil Remuk Redamlah
Selasa, 14 Feb 2006 14:42 WIB
Jakarta - Diluncurkannya Bajaj berbahan bakar gas (BBG) membuat Kancil bak dianaktirikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Namun Bajaj BBG memang merupakan kebutuhan mendesak."Kancil pabriknya saja sudah tidak ada. Kancil sudah remuk redamlah, kan kita tidak bisa menunggu dia sampai kiamat," cetus Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2006).Menurutnya, pihaknya harus mencari alternatif lain, mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak. "Wong kemarin pengusahanya datang ke sini langsung nawarin 250 Bajaj untuk gelombang pertama," ujarnya.Apa sudah dibangun stasiun pengisian BBG? "Belum ada, makanya tetap pakai bahan bakar minyak sampai dia siap. Sampai April pakai minyak," ujar Sutiyoso.Dikatakan dia, izin dari Departemen Perhubungan pun sudah dikantongi, "Namanya izin angkutan lingkungan," kata Sutiyoso.Bajaj BBG akan diluncurkan Maret 2006 menyusul dikeluarkannya Perda 12/2003 yang melarang 14 ribu kendaraan roda tiga itu mengais rezeki di Jakarta karena menyumbang polusi yang tidak sedikit.Harga Bajaj BBG tanpa pajak per unitnya Rp 38 juta. Bajaj itu diimpor dari India, berkapasitas 173 cc dan mesin ada di belakang. Sedangkan kapasitas penumpangnya sama dengan Bajaj berbahan bakar bensin, yaitu tiga orang.
(aan/)











































