SBY Diminta Redam KY vs MA

SBY Diminta Redam KY vs MA

- detikNews
Selasa, 14 Feb 2006 12:25 WIB
Jakarta - Perang dingin antara Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) terus meruncing. Presiden SBY diminta meredam emosi dua lembaga yudikatif ini."Menurut saya, presiden bisa berperan kalau niatnya meredam gonjang-ganjing ini, tetapi bukan melakukan intervensi terhadap salah satu lembaga yudikatif tersebut. Kalau DPR saya kurang sepakat karena banyak kepentingan disebabkan orang yang terlalu banyak," urai pengacara senior M Assegaf.Hal ini disampaikan dia kepada detikcom di sela-sela mendampingi terdakwa Dirut PT Industri Sandang Nusantara (Insan) Kuncoro Hendrartono di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2006).Assegaf menilai KY sudah mengusik-usik keagungan dari institusi MA. Menurutnya, KY sebaiknya melakukan cara-cara yang lebih elegan dan sopan agar MA tidak merasa tersinggung dan direndahkan. Contohnya, KY tidak perlu mempublikasikan secara luas sesuatu yang belum tentu terjadi."Tetapi saya tidak menutup mata tentang adanya permasalahan hakim di MA.Memang ada satu atau dua hakum yang tercela, tetapi kita tetap punya kewajiban menjaga institusi MA. Tidak semua kotor. Orang boleh bobrok tetapi institusi harus dijaga," kata Assegaf.Ditanya mengenai adanya konspirasi pengacara dengan MA membubarkan KY, Assegaf mengaku belum meyakini hal tersebut."Saya belum yakin benar itu terjadi. Itu harus dilihat dalam konteks seorang pengacara yang bertemu kliennya memang secara kebetulan kliennya adalah hakim agung," tandas Assegaf. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads