Antisipasi Bencana, Pertamina Jabar Gelar Simulasi Keadaan Darurat

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 16:37 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Mengantisipasi potensi bahaya yang dapat disebabkan bencana alam, PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Barat kembali mengadakan latihan dan simulasi keadaan darurat. Kali ini, kegiatan dilakukan di Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) PT Ladang Nanas Mas, Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (17/2) yang lalu.

Menjadi salah satu objek vital nasional, SPPBE berperan dalam aktivitas pengangkutan dan pengisian tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karenanya, Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menjelaskan pihaknya terus mengasah kemampuan personel di SPPBE agar terlatih dan siaga jika suatu saat harus menghadapi keadaan kahar seperti gempa bumi atau kebakaran.

"Melalui latihan dan simulasi, kami berharap seluruh personel siap menghadapi keadaan darurat yang tidak terencana. Hal ini merupakan upaya Pertamina mengedukasi sekaligus mengasah kesigapan seluruh personel di area SPPBE," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

"Diharapkan personel dapat melakukan penanggulangan dengan cepat dan tepat, serta bisa meminimalisir dampak dari keadaan darurat yang terjadi," tambahnya.

Eko mengungkapkan, pelaksanaan simulasi tetap mematuhi protokol kesehatan meski dilakukan secara langsung di lokasi simulasi. Seluruh pihak pun memiliki peran tersendiri.

Tak hanya tim dari personel SPPBE maupun Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), simulasi juga melibatkan berbagai tim lain baik secara operasional teknis maupun non teknis, hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Kepolisian setempat.

"Dalam simulasi kali ini, kami turut melibatkan pihak eksternal yang seringkali berada pada garis depan penanganan kondisi darurat. Tujuannya, supaya kemampuan petugas Pertamina dalam penanganan ancaman juga diimbangi dengan kemampuan berkoordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait," jelasnya.

Eko berharap, dengan tertanamnya pengetahuan terkait penanggulangan keadaan darurat pada personal maupun instansi terkait, kegiatan simulasi diharapkan dapat meminimalisir gangguan operasional Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi.

(ega/ega)