Pelayanan Memble, Kenaikan Tarif PAM akan Sia-sia
Selasa, 14 Feb 2006 10:15 WIB
Jakarta - Tanpa perbaikan pelayanan, kenaikan tarif PAM akan sia-sia. Kenaikan itu akan hilang karena tingginya kebocoran air PAM yang ada. Di Jakarta saja tingkat kebocoran PAM mencapai sekitar 48 persen."Kenaikan tarif tersebut akan termakan oleh losses akibat kebocoran air," kata Pengurus Harian YLKI Daryatmo kepada detikcom, Selasa (14/2/2005).Daryatmo menjelaskan, Pemda DKI seharusnya tidak hanya mengakomodir kepentingan operator saja. Pemda juga harus berpihak kepada kepentingan konsumen yang mengunakan PAM."Ada banyak pengaduan, air tidak menyala tetapi harus tetap bayar tiap bulan," katanya.Seharusnya pemda juga melakukan penilaian terhadap kineja operator. Kalau memang mereka tidak becus mengelola PAM seharusnya mereka juga mendapatkan sanksi. "Pemda terlalu memanjakan investor tetapi tidak melindungi kepentingan konsumen,"ungkapnya.Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Sutiyoso mengajukan usulan kenaikan tarif PAM sebesar 8,39 persen. Rencana kenaikan itu langsung mendapatkan reaksi keras dari DPRD. Mereka mengangap kenaikan itu sangat tidak pantas karena PAM tidak pernah memberikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan.Selain itu, DPRD juga sedang menunggu hasil kerja tim gabungan antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta. Yakni dalam mengevaluasi perjanjian kerjasama antara PAM dengan dua mitranya (TPJ dan Palyja) yang dinilai terlalu menguntungkan dua perusahaan itu.
(nal/)











































