2 Kakek di Bone Duel Gegara Ribut Tanah Warisan, 1 Orang Tewas

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 12:41 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Bone -

Dua kakek bernama Maddaremeng (70) dan Amir (61) di Bone, Sulawesi Selatan, terlibat perkelahian gara-gara tanah warisan. Akibat peristiwa itu, Kakek Maddaremeng meninggal dunia akibat sabetan parang di tubuhnya.

"Motif perkelahian gara-gara tanah warisan," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf kepada detikcom, Jumat (19/2/2021).

Kakek Maddaremeng dan Kakek Amir terlibat duel dengan sabit dan parang di kebun tanah warisan di Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Bone, Kamis (18/2). Kakek Amir awalnya datang ke kebun dan melihat Kakek Maddaremeng juga sedang berada di sana.

"Pelaku (Kakek Amir) mendapati korban masuk area kebun pelaku mengumpulkan kelapa, kemudian terjadi cekcok mulut," kata Ardy.

Cekcok mulut semakin panas. Kakek Maddaremeng mengayunkan sabitnya ke arah Kakek Amir, yang kemudian menghalau serangan sabit tersebut. Selanjutnya Kakek Amir membalas dengan cara menebas Kakek Maddaremeng.

Akibat tebasan itu, Kakek Maddaremeng terluka pada bagian kepala, tengkuk, pundak kanan, punggung kanan, belakang telinga kanan, dan lengan kanan.

"Dan mengakibatkan korban meninggal dunia," sambung Ardy.

Setelah korban meninggal, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Namun polisi yang menyelidiki kasus ini menangkap pelaku di rumahnya pada hari yang sama.

Menurut Ardy, pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga, yakni saudara ipar. Keduanya sama-sama mengklaim kebun sebagai tanah warisan.

"Motif pelaku sakit hati terhadap korban (saudara ipar) karena merasa korban mau menguasai tanah warisan yang sudah dibagi oleh orang tua korban (tanaman dimatikan, buah diambil)," katanya.

(hmw/nvl)