Kolom Hikmah

Pembaharuan Dilahirkan dari Manusia yang Beriman

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 05:59 WIB
One day One Hadits Keutamaan sholat malam Lailatul Qadr
Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -

Pembaharuan suatu bangsa terjadi karena para pemimpin dan rakyatnya termasuk golongan yang beriman. Ini akan menjadikan bangsa-bangsa tersebut bangun dari tidur yang lelap, menjadi kuat setelah menderita kelemahan, maju setelah mengalami masa-masa kemunduran. Terjadi pembaharuan tersebut merupakan buah dari perubahan mental/moral dan cara berpikir. Pembaharuan ini menjadikan suatu bangsa yang pasif konsumtif menuju bangsa yang aktif produktif dan bangsa-bangsa yang mati menjadi bangsa yang hidup.

Jika suatu bangsa mengalami perubahan/pembaharuan seperti negara-negara yang termasuk Arab Spring, tidak diikuti dengan perubahan mental/moral pemimpin dan rakyatnya, maka pembaharuan itu hanya slogan yang tiada berisi. Begitulah sunnatullah dalam alam ini yang seperti firman Allah Swt. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah ( nasib ) suatu kaum, sehingga kaum itu mau mengubah ( nasib ) nya sendiri." ( ar-Ra'd : 11 ).

Dalam ayat ini, jelas bahwa perubahan dimulai dari kemauan dalam diri untuk berubah dan menjadi lebih baik. Motivasi ini hendaknya digunakan mendorong kemauan agar tidak termasuk golongan manusia yang merugi, maka gunakan waktu dengan efisien untuk meraihnya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya, " Sungguh, manusia berada dalam kerugian." ( al-Asr : 2 ).

Melakukan perubahan mental/ moral, bukanlah pekerjaan mudah dan sangat sulit. Membentuk manusia agar sanggup menguasai nafsunya, mengekang syahwatnya, membayar kewajiban di samping menuntut haknya dan sanggup mengetahui kebenaran dan mempercayainya serta bersedia untuk menegakkannya. Namun demikian, iman merupakan suatu perangkat yang bisa menjadikan mental/moral manusia dapat menerima pokok-pokok pikiran yang baik, meski di dalam kebaikan itu tersimpan taklif dan kewajiban, pengorbanan dan kesulitan.

Jika iman telah bersemi kedalam jiwa, niscaya akan sanggup merubah tujuan hidup seseorang, mengubah pandangan tentang alam dan kehidupan. Iman juga memperluas tingkah lakunya berhadapan dengan Allah dan sesama manusia.

Kalau diperhatikan seseorang dalam dua masa, saat belum ada iman dan ada iman/menjadi muslim. Tubuh dan nama seseorang tersebut tetap sama, namun prilaku dan mental/moral terlihat sangat berbeda.

Seorang Khalid bin Walid sebelum menjadi muslim, dia adalah panglima pasukan yang memusuhi Islam. Perang Uhud dia menggunakan strategi yang tepat, sehingga pasukan muslim dibuatnya tercerai-berai. Korban cukup banyak di kalangan muslim dan Rasulullah saw. sendiri mengalami luka. Namun ketika setelah ada iman dan menjadi muslim, Khalid bin Walid sebagai panglima dalam peperangan dan hasilnya adalah kemenangan. Keteguhan dan kecintaannya terhadap kepercayaan barunya membuat semangat yang tak pernah padam, mengantarkan dia memperoleh julukan 'Pedang Allah'.

Iman telah menjadi modal utama dalam pembaharuan mental/moral, di mana bangsa Arab sebelumnya merupakan suku-suku yang bercerai- berai menjadi umat yang bersatu padu. Sebelumnya dalam keadaan lemah menjadi umat yang kuat. Dari penggembala ternak menjadi pemimpin bangsa-bangsa yang melahirkan peradaban baru.

Pribadi mukmin, jika seseorang usahawan, maka menjadi usahawan yang lurus, jika ia karyawan maka menjadi karyawan yang disiplin dan jujur, jika ia hartawan akan menjadi hartawan yang dermawan. Kalau ia seorang hakim, maka menjadi hakim yang adil dan profesional, jika ia pemimpin suatu negara, maka menjadi pemimpin yang jujur dan ikhlas dengan mengelola negara menuju kemakmuran rakyatnya.

Dari pribadi-pribadi yang baik ini akan terbangun masyarakat yang memberikan manfaat bagi sesama maupun negara. Oleh karena itu diperlukan pembinaan mental/moral untuk memperoleh keimanan, shg terciptanya masyarakat

Adil dan makmur. Penulis berharap dalam masa-masa pemilihan Pemimpin yang dilakukan secara langsung, maka perlunya informasi prilaku keseharian calon secara terbuka sehingga bisa dinilai tingkat keimanannya. Semoga negeri ini akan mendapatkan para Pemimpin yang berkeimanan baik, sehingga menjadi motor pembaharuan menuju negeri yang makmur.

Aunur Rofiq


Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

Sekjen DPP PPP 2014-2016

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)--

(erd/erd)