Dana Reboisasi Riau Rp 448 Miliar Diduga Diselewengkan
Senin, 13 Feb 2006 21:32 WIB
Pekanbaru -
Aktivis lingkungan di Riau meminta penggunanaan Dana Reboisasi (DR) Provinsi Riau sebesar Rp 448 miliar segera diusut. Dana sebanyak itu selain tidak tepat sasaran, juga diduga banyak diselewengkan."Kita sudah berulang kali meminta kepada Menhut, KPK untuk mengusut dana DR di Riau. Selama ini kami menilai, penggunaan dana itu tidak tepat sasaran dan malah banyak yang diselewengkan," kata Koordinator Jaringkan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Ahmad Zajali kepada detikcom, Pekanbaru, Senin (13/2/2006).Ahmad menjelaskan, selama ini kerusakan hutan di Riau mencapai 200 ribu hektar pertahun. Namun kerusakan hutan alam yang cukup parah itu tidak diimbangi dengan adanya penghijauan kembali. Yang terjadi selama ini, penghijauan hutan selalu terjadi di wilayah yang sama. Kondisi itu memungkikan adanya dana DR yang tidak direalisasikan di lapangan."Mestinya tim audit independen bisa melihat langsung lokasi penghijauan tersebut. Bila dilakukan penelitian di lapangan, maka akan diketahui satu lokasi bisa dua kali pengalokasian dana DR. Disinilah letaknya permainan itu," ujar Ahmad.Dari catatan Jikalahari, pengalokasian ganda dalam satu wilayah, terjadi di Kabupaten Siak, Pelalawan dan Kampar. Dengan adanya pengalokasian ganda itu, penggunaan dana DR sangat mudah diselewengkan. Itu belum lagi proses penghijauan yang asal jadi.Rincian dana DR yang diterima Provinsi Riau antara lain, tahun 2001-2003 tercatat sebesar Rp 295 miliar. Angka tersebut belum lagi ditambah dana Program GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) yang pada 2003/2004 sebesar Rp 64,8 Miliar. Ini ditambah lagi Dana Alokasi Khusus DR tahun 2003/2004 sebesar Rp 88,2 Miliar."Dari sekian banyak dana DAK dan DR, tidak satu kawasan pun yang berhasil direhabilitasi. Kita selalu menerima alasan yang klasik yakni, pohon tanaman yang mati dan sebagainya. Kami minta Menhut serius penggunaan dana tersebut," tandas Ahmad.Menurut aktivis lingkungan Tropika Harijal Jalil, penggunaan dana DR di Riau bukan rahasia lagi diselewengkan para pejabatnya. Lokasi yang dijadikan proyek rehabilitasi sering kali ditemui gagal. "Ini belum lagi kita temui lahan yang direhabilitisi penuh rekayasa. Misalnya, yang semestinya luas ribuan hektar, tapi yang ditanami hanya ratusan hektar saja. Selebihnya tidak jelas kemana perginya dana DR itu," kata Harijal.
(ary/)










































