Temuan Selisih Harga Impor Beras Perlu Diklarifikasi ke Bulog
Senin, 13 Feb 2006 17:13 WIB
Jakarta -
Tim investigasi impor beras dari Fraksi PKS menemukan adanya selisih harga dalam dokumen kontrak. Meski demikian, agar tidak sepihak, hal itu perlu diklarifikasi ke Bulog."Data itu perlu dikonfirmasi ke Bulog dan Menteri Perdagangan agar temuan tim investigasi FPKS itu tidak sepihak," kata Ketua DPR RI Agung Laksono di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2006).Meski demikian, kata dia, bahan tersebut akan menjadi bahan pembahasan komisi yang bersangkutan. "Tentunya kalau memang ada penyimpangan ini memang tugas pengawasan yang dilakukan DPR. Jadi memang bisa saja dibahas di tingkat komisi tidak perlu Panja atau Pansus," ujar dia.Seperti diberitakan, meski ditolak eksportir beras Vietnam, Tim Investigasi Impor Beras FPKS DPR justru mendapatkan informasi adanya perbedaan harga dalam dokumen kontrak kerja antara Bulog dan Vietnam Southern Food Coorporation (Vina Food).Belum diketahui apakah perbedaan harga itu masuk ke dalam marjin profit atau mark up. Karena itu, untuk mengetahui hal sebenarnya, pihak FPKS akan minta klarifikasi kepada Bulog. Sebab temuan ini baru sebatas informasi awal.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































