Pemuka Agama se-Asia Timur Bawa Kode Etik Kebebasan ke PBB
Senin, 13 Feb 2006 16:34 WIB
Jakarta - Tak ingin pelecehan agama terulang lagi, para pemuka agama se-Asia Timur sepakat membawa kode etik pelaksanaan kebebasan yang seimbang antara hak dan tanggung jawab ke PBB.Dibawanya kode etik ini ke PBB diharapkan bisa menghindari kasus-kasus seperti dimuatnya karikatur Nabi Muhammad SAW di media Denmark beberapa waktu lalu.Kode etik ini merupakan hasil kesepakatan dalam East Asia Religious Leaders Forum yang diselenggarakan di Jakarta pada 12-13 Februari. "Saya setuju dengan ide itu, membawa ke PBB. Itu untuk keperluan memberikan keseimbangan antara HAM dan tanggung jawab," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang didampingi pemuka agama se-Asia Timur dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (13/2/2006).Dia menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan 10 komitmen sebagai pesan dari pemuka agama. "Itu semua menyangkut berbagai bidang. Ada juga rekomendasi, tapi belum bisa dijelaskan sekarang, karena masih ada sesi terakhir untuk kesimpulan," kata Din.Dia menjelaskan, kebebasan sebagaimana yang dipahami dari deklarasi HAM, kalau diterapkan secara mutlak akan membawa kerusakan dalam kehidupan manusia. Untuk itu, perlu diimbangi dengan prinsip-prinsip tanggung jawab.Dia juga menilai perlunya deklarasi tentang kewajiban HAM atau tanggung jawab HAM hingga ada keseimbangan antara hak dan tanggung jawab.Salah satu pemuka agama dari Katolik dari Thailand juga menyetujui hal ini, karena punya pengalaman yang sama terhadap penodaan simbol-simbol agama.Di negerinya, salah satu surat kabar di sana pernah memuat karikatur gambar Paus di dalam kondom. Surat kabar itu memang telah meminta maaf, namun pelecehan seperti itu beberapa kali terjadi."Para tokoh berbagai agama memandang perlunya kode etik tentang pelaksanaan kebebasan. Kalau tidak, pelecehan agama akan terulang lagi di masa-masa mendatang," kata pemuka agama Katolik itu.
(umi/)











































