Kabinet Tidak Kompak, HMI Minta SBY Reshuffle Tahap II
Senin, 13 Feb 2006 16:30 WIB
Jakarta - Meski telah di-reshuffle, HMI menilai Kabinet Indonesia Bersatu masih tidak kompak. HMI meminta Presiden SBY melakukan reshuflle tahap II."Misalnya antara Bappenas dan Menkeu tidak akur soal utang. Deptan dan Bulog tidak harmonis dalam impor beras dan penegakan hukum tidak ada koordinasi," kata Ketua Umum PB HMI Hasanuddin di Kantor PB HMI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2006).Untuk itu, menurut Hasanuddin, HMI akan mempertanyakan hal tersebut dalam pertemuan dengan Presiden SBY Selasa 14 Februari pukul 11.00 WIB.Menteri mana yang layak di-reshuffle? "Menkeu dan Menpan," ujarnya.Dia menilai menteri tunduk pada partai masing-masing ketimbang menjalankan visi Presiden SBY. "Kalau presiden memandang tidak perlu perombakan, kita ingin tahu rencana presiden menstabilkan kabinet agar program kerja berjalan baik," urai Hasanuddin.Selain itu, lanjut Hasanuddin, HMI akan mempertanyakan komitmen SBY menangani korban SUTET dan tingginya harga beras di masyarakat.Kongres XXVHMI akan menggelar Kongres XXV di Makassar pada pada 20-25 Februari.Kongres mengagendakan pemilihan ketua umum HMI dan membahas berbagai masalah aktual."Kita ingin meminta kesediaan presiden membuka kongres HMI," cetus Hasanuddin.
(aan/)











































