FPKS Temukan Perbedaan Harga dalam Dokumen Beras Impor
Senin, 13 Feb 2006 15:11 WIB
Jakarta - Meski ditolak ekportir beras Vietnam, Tim Investigasi Impor Beras FPKS DPR tak berkecil hati. Tim itu kini malah mendapatkan informasi adanya perbedaan harga dalam dokumen kontrak kerja antara Bulog dan Vietnam Southern Food Coorporation (Vina Food)."Tapi kami belum tahu apakah perbedaan ini masuk ke dalam marjin profit atau mark up," kata Ketua Tim Investigasi Impor Beras FPKS Tamsil Linrung di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/2/2006).Karena itu, untuk mengetahui hal sebenarnya, pihaknya akan minta klarifikasi kepada Bulog. Sebab temuan ini baru sebatas informasi awal. "Jadi kami akan minta bagaimana tanggapan Bulog. Selain itu ada juga beberapa temuan seperti adanya agen dalam pelaksanaan impor beras. Jadi semua yang kami temukan ini perlu diklarifikasi," tegas Tamsil.Dia juga mengungkapkan, investigasi impor beras tidak hanya dilakukan untuk tahun 2006 saja, tapi juga impor beras yang dilakukan sejak tahun 2000. Sebab Bulog dan Vina Food sudah melakukan kontrak kerja antara 2000-2005 yang kemudian diperpanjang hingga 2007.Dari pantauan di dalam negeri, menurutnya, kualitas beras yang beredar yang sesuai dengan broken masih 15 persen, dan jumlahnya masih jauh di bawah 110 ribu ton.
(umi/)











































