Kapolri Inisiator 3 Debitor Kakap Sowan Istana SBY

Kapolri Inisiator 3 Debitor Kakap Sowan Istana SBY

- detikNews
Senin, 13 Feb 2006 14:05 WIB
Jakarta - Siapa yang berinisiatif membawa tiga pengemplang BLBI ratusan miliar rupiah ke Istana Presiden pada 6 Februari terjawab sudah. Inisiatif itu datang dari Kapolri Jenderal Sutanto."Ya, itu kewajiban saya untuk menangani semuanya," ujar Kapolri usai mengikuti pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2006). Berikut petikan wawancara wartawan dengan Kapolri:Siapa yang mengajak para debitor ke Istana? Jadi saya minta, kita kan ingin menyelesaikan yang selama ini bertahun-tahun tidak selesai. Orang punya itikat baik untuk mengembalikan, tidak tahu ke mana harus mengembalikan itu. Sudah datang ke sini karena waktu itu ada beberapa menteri, yang kita membicarakan masalah pengembalian tadi. Sehingga saya... untuk datang ke sini untuk bisa memberikan informasi-informasi. Jadi benar izin itu dari Bapak? Betul sekali. Karena kita tujuannya untuk menyelesaikan, karena selama ini tidak pernah selesai. Kita ingin supaya aset-aset ini bisa kembali. Bapak sendiri mendapatkan perintah dari mana untuk debitur datang ke Istana? Ini kan kewajiban kita semua sebagai aparat pemerintah, untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi oleh kita. Kita ingin jangan sampai kekayaan dan aset kita hilang begitu saja. Apakah mendapat perintah dari Presiden untuk memberikan izin (debitor datang ke istana)? Ini kan dari dulu sudah demikian kan. Kan kita tahu semua. Kita ingin supaya kembali, termasuk pencarian para pelaku yang ke luar negeri. Kita upayakan dan sekarang berhasil kan. Berapa tahun kita mencari mereka, sekarang sudah kembali dan berapa orang dari luar negeri kembali. Karena melihat ini, semua ingin melaksanakan itikad baiknya tadi. Masak kita tolak. Saya mohon ini bisa diluruskan, jangan sampai timbul dugaan macam-macam. Itu itikad yang baik dari mereka untuk menyelesaikan masalah. Bapak dapat perintah dari siapa? Ini kewajiban semua aparat, tidak perlu perintah kan. Masak kita aparat tunggu-tunggu perintah. Kalau tunggu perintah, gimana kita mau bekerja nanti. Pasif saja nanti. Jadi bisa dikatakan itu inisiatif dari Bapak? Ya, itu kewajiban saya untuk menangani semuanya. Kita memfasilitasi, begitulah. Kalau kita jadi aparat bekerja dengan baik untuk kepentingan bangsa dan negara, itu yang harus kita lakukan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads