Mereka Siap Sumpah Mubahalah: Buni Yani, Ahmad Dhani hingga Marzuki Alie

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 18:34 WIB
Buni Yani Melaksanakan Salat Jumat di Tebet jelang eksekusi.
Foto: Ilustrasi Buni Yani (Pradita Utama)
Jakarta -

Marzuki Alie siap menjalani mubahalah karena dituding berbohong soal 'SBY bilang Megawati kecolongan'. Tantangan sumpah mubahalah bukan kali ini saja pernah terlontar. Di kancah perpolitikan Indonesia, mubahalah kerap dilontarkan.

Mubahalah merupakan kata bahasa Arab yang telah diserap. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemendikbud yang dilihat detikcom, Kamis (18/2/2021), menyebutkan mubahalah adalah doa untuk memohon jatuhnya laknat dari Tuhan.

Berikut ini daftar momen tantangan sumpah mubahalah di kancah perpolitikan Indonesia.

1. Anas Urbaningrum

Saat terjerat kasus korupsi, pada 24 September Anas Urbaningrum meminta jaksa penuntut umum dan hakim menggelar sumpah mubahalah. Sontak tantangan Anas ini memicu kehebohan.

"Karena ini menyangkut yang saya yakini sebgai terdakwa sebagai keadilan, mohon jika diperkenankan di ujung persidangan yang terhormat, tim jaksa penuntut umum, majelis hakim melakukan mubahalah, sumpah kutukan," kata Anas.

Hal tersebut disampaikan Anas usai mendengar sidang vonis yang menghukum dirinya 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Anas juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 57 miliar dan US$ 5,2 juta.

"Mohon izin, saya meyakini substansi tentang pembelaan saya sebagai terdakwa, tentu penuntut umum punya keyakinan di dalam menulis dan menyampaikan dakwaan dan tuntutan, majelis sudah mempertimbangkan selengkap mungkin, karena sebagai terdakwa saya yakin, penuntut umum juga yakin, mohon diizinkan majelis persidangan untuk melakukan mubahalah, siapa yang salah itulah yang sanggup melakukan kutukan," lanjut Anas.

Anas UrbaningrumAnas Urbaningrum Foto: Ari Saputra

2. Buni Yani

Buni Yani lantang menantang sumpah mubahalah. Video yang dibuat sebelum Buni Yani dibui itu bahkan viral di Media Sosial. Buni Yani dieksekusi pada Jumat 1 Februari 2019. Setelah mengurus administrasi di Kejari Depok, Buni Yani dieksekusi di Gunung Sindur.

Video berdurasi 1 menit 32 detik itu beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video itu, Buni Yani yang mengenakan kemeja warna putih ini duduk di sebuah kursi sofa dan menghadap persis ke kamera yang ada di depannya.

"Saya Buni Yani ingin menanggapi keputusan kasasi dari MA dan saya akan membalas keputusan kasasi tersebut dengan mubahalah. Bismillah, demi Allah saya tidak memotong, mengedit, mengubah, mengurangi, menambahkan, video Bapak Ahok yang ada di Kepulauan Seribu," ujar Buni Yani dalam video itu.

Bila berbohong, lanjut Buni Yani, maka dia minta azab segera turun. Lalu dilaknat oleh Allah, dimasukkan ke dalam neraka selamanya.

"Tetapi bila saya benar maka biarlah azab yang sama menimpa seluruh orang yang menuduh saya, termasuk buzzer, polisi, jaksa dan hakim. Mohon video ini disebarkan oleh seluruh jemaah. Biar langsung efeknya mengena," kata Buni Yani.

Simak video 'Buni Yani Lakukan Sumpah Mubahalah, Siap Diazab Jika Salah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3