Demo Kecam Denmark Terus Terjadi di Makassar
Senin, 13 Feb 2006 13:03 WIB
Makassar - Unjuk rasa mengecam pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di harian Jyllands Posten Denmark terus berlanjut di Makassar. Sekitar 300 orang aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksinya di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (13/2/2006). Para pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa ini mendatangi lapangan yang berada di tengah pusat kota Makassar ini sejak pukul 09.30 Wita. Dengan membawa sejumlah poster dan spanduk, mereka mengecam pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW. "Penghinaan terhadap Islam sudah seringkali dilakukan oleh media-media Barat. Mereka mencitrakan Islam sebagai biangnya teroris. Padahal merekalah sumber malapetaka yang sesuangguhnya," ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi. Tak lama di lapangan Karebosi, massa HTI lalu melakukan long march menuju Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, Jl Ribura'ne. Jarak antara Lapangan Karebosi dengan RRI Makassar sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 200 meter, namun para pengunjuk rasa sengaja memilih jalan lain untuk menunjukkan aksinya kepada para pengendara jalan. Mereka pun melakukan long march sekitar 1 km. Setiba di RRI Makassar, para pengunjuk rasa kembali menggelar orasi dan membagi-bagikan selebaran kepada para pengendara jalan. Aksi mereka berakhir sekitar pukul 12.30 wita. KPPSI Datangi DPRD Sulsel Aksi mengecam pemuatan karikatur Nabi juga terjadi di DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar. Bedanya, kedatangan para pengurus dari Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulsel tidak terlalu heboh . Mereka tidak menggelar orasi, namun langsung menemui anggota dewan dan menyerahkan pernyataan sikap mereka. "Kami ingin agar dewan mendesak pemerintah provinsi untuk mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi kecaman terhadap pemuatan karikatur itu. Kami juga meminta majalah Playboy dilarang beredar di Sulsel," ucap Aminuddin Ram, Sekretaris Jendral KPPSI.
(nrl/)











































