Dua Dosen UNM Diduga Terlibat Penelitian Fiktif
Senin, 13 Feb 2006 12:49 WIB
Makassar - Dua dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) diduga telah melakukan penelitian fiktif. Padahal biaya penelitian sepenuhnya telah ditanggung oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menggunakan APBD sebesar Rp 125 juta. Dua dosen muda ini, Ahyar Anwar dan Asniar, diduga terlibat dalam penelitan Sistem Informasi Manajemen Siswa (SIMS), yang ternyata hasilnya fiktif. Hasil penelitian ini diduga ngarang. "Kasus persisnya saya tidak tahu. Saya hanya dipanggil oleh pihak kejaksaan negeri sebagai saksi ahli. Saya hanya dimintai keterangan soal bagaimana penelitian yang seharusnya," tutur Prof Dr Arief T, Kepala Lembaga Penelitian UNM ketika ditemui detikcom di Kantor Lembaga Penelitian, Kampus UNM Gunung Sari, Jl Andi Pettarani, Makassar, Senin (13/2/2006). Dari informasi yang dihimpun, kedua dosen ini dikaitkan dengan Idham Amiruddin, sekretaris Aliansi Penegak Demokrasi (APD), salah satu LSM di Bantaeng, yang diduga sebagai dalang dari kasus penelitian fiktif ini. Idham saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bantaeng lantaran dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas riset fiktif yang telah menelan biaya Rp 125 juta. Idham ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng sejak 19 Desember lalu.
(nrl/)











































