Bamsoet Kisahkan Masa Lalunya, Pernah Jadi Wartawan hingga Jual Sayur

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 16:06 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kisah masa lalunya sebelum terpilih menjadi Ketua MPR.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menceritakan kisah masa lalunya sebelum dirinya terpilih menjadi Ketua MPR. Hal ini diceritakannya saat diwawancara oleh Dedi Gumelar alias Miing Bagito dalam acara 'Bang Miing Punya Cerita' di kanal YouTube Miing Bagito.

Sebelum memutuskan menjadi anggota legislatif, Bamsoet berkarir sebagai seorang wartawan. Ia memilih menjadi wartawan karena semasa kuliah aktif di pers kampus. Bamsoet juga tercatat pernah menjadi pemimpin redaksi dan juga wartawan di berbagai media di Indonesia.

"Kehidupan ekonomi saya seperti sekarang ini tidak juga diraih dengan mudah sebelum jadi pengusaha. Saya merintis bisnis dari bawah. Menjual kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta," ungkap Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

"Untuk modal, saya terpaksa menggadaikan jam tangan serta barang-barang lainnya. Berkat tekad, usaha keras serta jaringan yang ada, Alhamdulillah usaha yang saya geluti terus berhasil," tambahnya.

Bamsoet pun menegaskan profesi atau usaha apapun jika ditekuni dengan tekun dan serius akan membuahkan hasil yang baik. Seperti yang ia lakukan ketika mencoba menjadi calon legislatif di awal karirnya sebelum menjadi Ketua MPR.

"Mungkin orang melihat saya saat ini sudah dalam keadaan sukses. Menjabat sebagai Ketua MPR RI, sebelumnya Ketua DPR RI dan sebelumnya Ketua Bidang Hukum/Keamanan Komisi III DPR RI. Padahal, sebelum terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014, saya telah empat kali gagal maju sebagai Caleg," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Ketua DPR ke-20 ini kemudian menceritakan pertama kali ketika maju sebagai caleg pada pemilu di era Presiden Soeharto. Kala itu ia mendapatkan nomor urut 18 dan Bamsoet tidak terpilih. Ia pun memutuskan untuk kembali mengikuti Pemilu pada 1997 dengan nomor urut 14, dan gagal lagi. Pada 1999, Bamsoet mendapatkan nomor urut 4, tetapi keberuntungan juga belum berpihak kepadanya.

"Pada Pemilu 2004, saya mendapatkan nomor urut 2 dibawah Priyo Budi Santoso pada Dapil VII Jawa Tengah. Seluruh daya, upaya dan finansial saya kerahkan maksimal agar bisa terpilih. Namun, garis tangan belum berpihak. Saya kembali tidak terpilih karena Partai Golkar hanya mendapatkan satu kursi," kata Bamsoet.

Bamsoet mengaku akibat kegagalan tersebut dirinya sempat 'down'. Tetapi dirinya tidak patah semangat dan kembali mencoba peruntungan sebagai Caleg pada Pemilu 2009. Pada pemilu 2009, ia mendapatkan nomor urut 1 di Dapil VII Jawa Tengah dan terus berjuang maksimal.

"Tetapi, karena pada Pemilu 2009 dilakukan melalui pemilihan langsung, bukan berdasarkan nomor urut lagi, membuat saya harus tetap berjuang maksimal. Alhamdulillah, di pencalonan kelima tersebut, saya terpilih sebagai anggota legislatif hingga saat ini," urai Bamsoet.

(akn/ega)