Korban SUTET Demo BPPT, Diskusi PLN Diinterupsi

Korban SUTET Demo BPPT, Diskusi PLN Diinterupsi

- detikNews
Senin, 13 Feb 2006 11:37 WIB
Jakarta - Enam korban SUTET peserta aksi mogok makan dan jahit mulut melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung BPPT. Daripada menghabiskan uang negara dengan menggelar diskusi dan penayangan iklan di televisi, mereka minta uang tersebut digunakan sebagai ganti rugi bagi para korban SUTET.Dengan beralaskan kardus dan diselimuti kain sarung, keenam orang tersebut tidur-tiduran di pelataran gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2006).Aksi ini digelar di tengah acara diskusi panel yang diadakan oleh PLN dan BPPT. Diskusi dengan tema Permasalahan Penggunaan SUTET dan Sistem Ketenagalistrikan di Indonesia yang menghadirkan pembicara Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel, ahli kesehatan dari UI Prof Dr Corry, dan Direktur eksekutif Walhi Khalik Muhammad.Koordinator aksi yang mendampingi para korban SUTET, Mustar Bona Ventura, meminta PLN jangan membuang-buang waktu dengan membohongi masyarakat dan menghabiskan uang negara untuk membuat iklan di televisi."Kenapa uang tersebut tidak dibuat ganti rugi korban SUTET saja," tuntut Mustar.Salah seorang pengunjuk rasa yang bernama Jimmy berhasil menerobos masuk ke dalam ruang diskusi di lantai tiga gedung BPPT. Sambil berjalan menuju meja pembicara, dia menginterupsi pembicara yang sedang memberikan penjelasan."Interupsi! Tolong bapak-bapak jangan buang waktu dan uang untuk acara ini. Daripada buang uang lebih baik digunakan untuk korban SUTET!" seru Jimmy.Pembicara dari UI pun tidak luput dari interupsi Jimmy. "Ibu Corry, tolong jangan melacurkan ilmu pengetahuan," sergah Jimmy.Belum sempat menyelesaikan ucapannya, 3 orang satpam berhasil mengamankan Jimmy dan membawanya keluar ruangan. Saat ini aksi masih terus berlangsung dengan penyampaian orasi-orasi. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads