Sandiaga Puji Program Inkubasi Bisnis Pertamina Bantu UMKM Go Global

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 11:23 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Program Inkubasi Bisnis Pertamina. Program ini dilakukan untuk melahirkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kelas dunia.

Sebelumnya, UMKM mitra binaan Pertamina juga telah go global, dan mampu memasarkan produk unggulannya, baik di pasar domestik maupun ekspor. Dalam Program Inkubasi Bisnis kali ini, Pertamina meloloskan 53 UMKM dari hasil seleksi 8 ribu lebih peserta terdaftar di 30 Rumah BUMN Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia.

Para peserta diberikan pengalaman dan pengetahuan baru untuk mengembangkan usahanya selama empat bulan. Mulai dari ilmu bisnis, desain produk dan branding, pemasaran digital hingga personal branding dan entrepreneur leadership, juga proses monitoring dan pemantauan kemajuan usahanya.

Dalam acara Anugerah Prestasi Inkubasi Bisnis 2021 yang berlangsung virtual, Selasa (16/2), Sandiaga menilai dari UMKM tersebut akan ditemukan pengusaha yang naik kelas. Dari mikro menjadi kecil, selanjutnya menengah, hingga menjadi perusahaan besar dan go global seperti Pertamina.

"Terima kasih kepada Pertamina yang sudah melaksanakan rumah BUMN Pertamina, prestasi inkubasi master class perjalanan sukses sang pelopor," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Sandiaga menuturkan industri dan ekonomi kreatif membuka lapangan kerja seluas-luasnya di mana saat ini sudah hampir 20 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya di ekonomi kreatif. Kalau ditambah pariwisata 14 juta, totalnya menjadi 34 juta.

"Alhamdulillah Pertamina sudah menginstitusionalisasikan model support system dan ekosistem ini yang mudah-mudahan mempercepat pertumbuhan usaha kecil. Jadikan pengalaman inkubasi sebagai modal optimisme sebab optimisme adalah magnet untuk kesuksesan. Bangkit di saat sulit, menang melawan COVID-19, jangan lupa 3M. Bersama kita akan berhasil mengalahkan pandemi COVID-19 ini," imbuh Sandi.

Senada dengan Sandiaga, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga menyetujui UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Sebab, lanjutnya, sektor ini menyerap tidak kurang dari 95 persen tenaga kerja di Indonesia, 56 persen total investasi yang ada, dan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap PDB nasional.

"Karena pentingnya posisi UMKM tersebut, Pertamina sebagai BUMN turut serta untuk memberikan pendampingan dan pembinaan sehingga usaha mereka terus maju dan naik kelas," ujar Nicke.

Dukungan Pertamina, lanjut Nicke, merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang selaras dengan sustainable development goals (SDGs). Terutama pada tujuan nomor delapan, yaitu, menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Nicke menjelaskan pihaknya bangga atas capaian UMKM binaan dan dapat menyelesaikan program ini dengan baik. Ia mengungkap, peserta inkubasi bisnis RB Pertamina telah mengalami peningkatan penjualan hingga 44 persen, peningkatan jumlah pekerja hingga 18,5 persen, perubahan metode pemasaran ke arah digital, hingga perubahan branding ke arah yang lebih modern.

Nicke pun berharap agar program serupa bisa terus dijalankan dan direplikasi di tempat lain, tidak hanya di Pertamina. Hal itu dilakukan agar lebih banyak lagi UMKM naik kelas di Indonesia.

"Pertamina mendukung sepenuhnya langkah Pemerintah untuk menggulirkan program-program pembinaan UMKM naik kelas di masa mendatang. Pertamina berharap, dengan acara ini UMKM Indonesia tetap dapat mempertahankan eksistensinya dan menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia," pungkas Nicke.

(akn/ega)