Setuju Libur Idul Fitri-Tahun Baru Diperpendek, PKS Usul Lockdown Terbatas

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 07:26 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Mardani Ali Sera (Rahel/detikcom)
Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengusulkan libur Hari Raya Idul Fitri hingga libur tahun baru diperpendek. PKS setuju dengan adanya usulan tersebut untuk meminimalkan kerumunan.

"Pertama, COVID-19 harus tegas, mobilitas identik dengan naiknya kasus. Setuju libur diperpendek. Bukan cuma Idul Fitri, semua kegiatan mesti diminimalkan, mobilitas dan kerumunan," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Selasa (16/2/2021).

Menurut Mardani, pemerintah juga harus berani mengambil opsi lockdown. Dia menilai lockdown bisa diterapkan untuk daerah dengan status zona merah COVID-19.

"Kedua, pemerintah harus berani ambil opsi lockdown terbatas untuk daerah merah," kata Mardani.

Mardani menganggap upaya pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 belum maksimal. Upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah, kata dia, adalah mempercepat proses vaksinasi.

"Sikap setengah-setengah seperti sekarang membuat kasus COVID-19 terus menanjak. Ini berbahaya membuat masyarakat hilang kesabaran," kata Mardani.

"Ketiga, vaksinasi dipercepat," sambungnya.

MenPAN-RB Tjahjo Kumolo sebelumnya mengusulkan libur Hari Raya Idul Fitri hingga libur tahun baru diperpendek. Hal itu bertujuan mencegah penyebaran COVID-19 saat libur panjang.

"Nanti akan kami juga mengusulkan supaya libur Idul Fitri, libur tahun baru nggak ada -5 atau +5 atau -10 atau +10 mungkin diperpendek saya kira," kata Tjahjo dalam acara Penghargaan Pelayanan Publik Lingkup Polri yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian PAN-RB, Selasa (16/2).

Tjahjo mengatakan usulan itu tak lepas dari penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, dibarengi pemberian sanksi terhadap aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri yang berlibur ke luar kota saat hari libur.

"Tapi dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin serta sanksi yang tegas baik bagi ASN, bagi TNI, dan bagi Polri yang dia harus bisa memberi contoh dalam menggerakkan dan mengorganisir masyarakat," tuturnya.

Simak juga video 'Menpan RB Tjahjo Kumolo Usul Libur Idulfitri-Tahun Baru Diperpendek':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/zak)