Kadinkes DKI Dipanggil Ombudsman Soal Helena Lim Hari Ini

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 05:46 WIB
Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Teguh P. Nugroho
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho (Foto: Bahtiar Rifai-detikcom)
Jakarta - Ombudsman perwakilan Jakarta Raya akan memeriksa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti terkait kasus Helena Lim yang divaksinasi COVID-19 duluan. Pemeriksaan dijadwalkan pada hari ini.

"Iya, sejauh ini kami belum mendapat konfirmasi dari Dinkes. Acara dengan dinkes akan dilakukan besok jam 10 kalau sesuai undangan," ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, saat dihubungi, Selasa (16/2/2021).

Teguh mengatakan, belum mendapatkan konfirmasi terkait akan hadir atau tidaknya Dinkes DKI. Namun, dia menyebut selama ini Dinkes kooperatif dan hadir sesuai undangan.

"Tapi dibeberapa kali permintaan keterangan kami biasanya dinkes sangat kooperatif dan selalu hadir sesuai dengan waktu dan agenda. Jadi kami tunggu saja sampai besok sesuai undangan kami," kata Teguh.

Teguh mengatakan pihaknya akan menanyakan beberapa hal kepada Dinkes. Di antaranya terkait tata kelola vaksin hingga verifikasi data.

"Kalau pertanyaan, tentu terkait dengan tata kelola vaksinasi di Jakarta sesuai dengan PMK 84/2020, mulai dari proses perencaaan vaksinasi (kesiapan sapras, SDM, sistem)," kata Teguh.

"Kemudian proses verifikasi data dan otorisasi di setiap proses. Untuk mengantisapai potensi dugaan vaksin tidak diterima oleh yang berhak," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan investigasi usai unggahan Instastory di akun Instagram @helenalim899 yang memperlihatkan 'crazy rich Jakarta Utara', Helena Lim, menerima vaksin virus Corona ramai dibahas. Unggahan itu kini berbuntut panjang lantaran Helena Lim disebut bukanlah pegawai apotek.

Selain Helena, tiga orang lainnya disebut ikut menerima vaksin. Padahal, kata Riza, menurut ketentuan Kementerian Kesehatan, yang diperbolehkan menerima vaksin pada tahap tenaga kesehatan ini hanya dokter, perawat, dan bidan. Kemudian, tenaga kesehatan seperti pelayan kesehatan, termasuk pegawai pelayan di apotek.

"Terkait kasus selebgram (Helena Lim) seperti yang sudah kami sampaikan, yang bersangkutan bersama keluarga. Jadi ada pemilik, istri pemilik, anak pemilik, dan Helena yang diakui sebagai keluarga mendapatkan surat keterangan dari apotek di Kebon Jeruk untuk mendapatkan fasilitas vaksin," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/2/2021). (dwia/knv)