Ungkap Ancaman Ormas, Situs Pegiat Sejarah Neo Historia Undur Diri

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 15:18 WIB
Logo Neo Historia (Dok. neohistoria.net)
Logo Neo Historia (Dok. neohistoria.net)
Jakarta -

Komunitas dan situs pegiat edukasi sejarah, Neo Historia, undur diri dan menghentikan aktivitas publikasi di beberapa media sosial. Keputusan ini diambil karena pihak Neo Historia mendapat ancaman dari sebuah ormas.

Pengumuman ini disampaikan Neo Historia melalui fanpage Facebook mereka hari ini. Mereka menyetop semua kegiatan publikasi di Twitter hingga Instagram.

"Ave Neohistorian! Dengan berat hati kami mengumumkan bahwa Neo Historia akan berhenti beroperasi hingga waktu yang tidak diketahui, efektif sejak 16 Februari 2021. Segala bentuk aktivitas publikasi kami di Facebook, Twitter, Instagram akan dibekukan sampai masalah yang melibatkan kami selesai atau tuntas," tulis Neo Historia.

Neo Historia mengaku penghentian aktivitas ini terkait dengan ancaman dari sebuah ormas. Namun, mereka belum menyebut nama ormas tersebut.

"Pengumuman ini dengan berat hati kami sampaikan karena adanya ancaman verbal yang ditujukan kepada salah satu anggota pengurus kami. Karena organisasi kami yang masih kecil dan independen, kami tidak dapat menjamin keselamatan anggota kami di ibu kota dan sekitarnya. Dengan demikian, demi keamanan anggota kami, kami harus menghentikan aktivitas publikasi kami hingga waktu yang tidak diketahui," ujarnya.

Dihubungi terpisah, pendiri Neo Historia, Daniel Lim, membenarkan soal adanya ancaman tersebut. Dia mengatakan bahwa ancaman ini bermula dari tawaran hibah dari ormas itu.

"Kronologinya itu dari tahun lalu sebenarnya. Jadi dulu kami ditawari 'hibah' untuk mengembangkan media kami. Namun dengan syarat, kami harus mempublikasikan artikel yang sesuai dengan narasi yang sudah diberikan dan posting-annya harus disortir via e-mail," kata Daniel Lim saat dihubungi, Selasa (16/2/2021).

Dia menegaskan bahwa Neo Historia menolak karena independensi.

"Ya, karena demi independensi, kami harus menolaknya. Itu terjadi sekitar Oktober 2019 lalu. Namun pada Maret 2020, fanspage kami di Facebook tiba-tiba ditutup oleh pihak Facebook," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2