GP Ansor Nilai Penutupan Kedubes Denmark Berlebihan

GP Ansor Nilai Penutupan Kedubes Denmark Berlebihan

- detikNews
Senin, 13 Feb 2006 06:20 WIB
Jakarta - Ketua PP GP Ansor Saifullah Yusuf menilai penutupan Kedubes Denmark akibat adanya protes terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW, sangat berlebihan. Penutupan kedubes Denmark di Indonesia justru semakin menutup komunikasi dan hubungan antara kedua negara."Itu berlebihan. Saya tidak tahu pertimbangannya apa. Yang penting bagaimana memberikan pemahaman yang seimbang," kata Saiful di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya No. 65A, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2006).Ditambahkannya, protes yang dilakukan umat Islam merupakan hal yang wajar sebagai bentuk ketidaksukaan atas pembuatan karikatur Nabi Muhammad. Namun demikian, tidak semestinya protes tersebut ditanggapi dengan menutup kedutaan besarnya, yang menyangkut nasib hubungan kedua negara."Demo ini sesuatu yang wajar, tapi tidak harus direspon dengan menutup kedutaan. Tapi, jelaskan dan beri pemahaman kepada kami (umat Islam)," ujarnya.Saiful, yang juga Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengutuk keras pemuatan kartun Nabi Muhammad di surat kabar Jyllands Posten, Denmark. Cara itu merupakan cara yang anti demokrasi, dan melukai hati umat Islam di seluruh dunia. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads