Polri Akan Terima Barang Bukti Hasil Investigasi Komnas HAM soal Kasus Km 50

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 10:34 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat Kapolri tentang kepatuhan protokol kesehatan dalam tahapan pemilihan 2020.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM akan menyerahkan barang bukti hasil investigasi kasus Km 50 yang menewaskan enam laskar FPI ke Polri siang ini. Polri mengatakan pihaknya akan menerima barang bukti tersebut.

"Ya (akan menerima barang bukti). Kerja sama yang baik selama ini kita pertahankan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).

Dihubungi terpisah, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyampaikan hal senada. Dia memastikan penyidik akan menerima apa pun barang bukti yang akan diserahkan.

"Kalau diserahkan ke penyidik pasti penyidik terima," kata Andi melalui pesan singkat.

Berdasarkan agenda yang diterima, penyerahan barang bukti dari Komnas HAM kepada Polri akan berlangsung pukul 13.00 WIB. Pihak Komnas HAM mengatakan Polri sudah mengkonfirmasi akan hadir dalam penyerahan tersebut.

"Sudah (konfirmasi hadir)," kata komisioner Komans HAM Beka Ulung saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Berikut ini sejumlah benda yang didapat Komnas HAM yang diduga bagian dari barang bukti dari peristiwa tersebut:

1. Bagian peluru (proyektil) sebanyak 7 (tujuh) buah
2. Bagian peluru (selongsong) sebanyak 3 (tiga) buah
3. Pecahan bagian lampu mobil warna silver sebanyak 26 keping
4. Pecahan kaca mobil warna bening sebanyak 7 (tujuh) keping
5. Pecahan lampu rem mobil warna merah sebanyak 5 (lima) keping
6. Diduga bagian peluru (proyektil) sebanyak 1 (satu) buah
7. Diduga bagian peluru (bagian belakang selongsong) sebanyak 1 (satu) buah
8. Diduga pecahan kap mobil sebanyak 6 (enam) keping
9. Sejumlah benda lain yang berhubungan dengan bagian mobil, antara lain sebuah baut, tutup velg, dan pecahan ban
10. Satu buah earphone
11. Barang bukti bagian dari Joint Closure CCTV Jasa Marga berupa fiber optik (FO), kabel pelindung, plastik pengait, dan baut pengikat.

Benda-benda tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda-beda. Komnas HAM menemukan barang tersebut di bahu jalan dengan sebuah masjid di Karawang Jalan Internasional Karawang Barat, bahu jalan depan sebuah Ruko Jalan Internasional Karawang Barat, Taman Jalur Putaran Kampung Budaya Jalan Internasional Karawang Barat, dan sepanjang pembatas jalan melewati Gapura Kota Karawang hingga ke Bundaran Badami, depan Novotel Karawang, Jalan Internasional Karawang Barat.

Dari pengumpulan benda-benda tersebut, kemudian dilakukan uji lab forensik di laboratorium forensik Polri. Pengujian itu juga dilakukan pendampingan oleh sejumlah ahli dari Pindad yang diawasi secara langsung di lokasi selama proses. Termasuk dari masyarakat sipil dari bidang hukum dan HAM.

Berikut ini hasil uji forensik terhadap benda-benda yang ditemukan Komnas HAM:

1. 7 barang bukti yang diduga bagian dari proyektil peluru dinyatakan 2 barang bukti bukan bagian dari proyektil dan 5 barang bukti merupakan bagian dari proyektil. Dari 5 proyektil tersebut, sebanyak 2 identik dengan senjata non-rakitan (1 dari rakitan gagang coklat dan 1 tidak bisa diidentifikasi dari senjata rakitan yang mana) dan 3 tidak bisa diidentifikasi jenis senjatanya karena kondisi perubahan yang besar/deformasi dan 2 bukan bagian dari anak peluru.

2. 4 barang bukti yang diduga bagian dari selongsong dan dinyatakan 1 barang bukti bukan bagian dari selongsong peluru dan 3 selongsong peluru identik dengan senjata petugas kepolisian.

Selain itu Komnas HAM juga meminta sejumlah barang bukti dan barang baik dari pihak FPI, polisi, hingga Jasa Marga. Berikut ini daftarnya:

1. Dari FPI dan keluarga korban:

- Voice note sejumlah 105 percakapan
- rekaman pembicaraan
- foto mobil yang dicurigai
- jejak digital untuk lini masa digital
- 32 foto kondisi jenazah pasca-diterima keluarga
- foto-foto terkait peristiwa tanggal 4 Desember 2020
- pandangan hukum atas peristiwa.

2. Dari kepolisian:

- Sejumlah Power Point (PPT) yang menjelaskan peristiwa (Inafis, labfor, kedokteran, siber) disertai dengan foto.
- Voice note yang diperoleh dari HP (handphone) korban sejumlah 172 rekaman dan 191 transkripnya.

3. Dari Jasa Marga:

- Video yang merekam jalan tol dan pintu gerbang keluar masuk yang terkait peristiwa berjumlah 9.942.
- Screen capture dari smart CCTV speed-counting/speed-cam sejumlah 137.548 foto.

(isa/isa)