30% CPNS di Sumsel Gagal Gara-gara Pensil 2B Palsu
Minggu, 12 Feb 2006 15:56 WIB
Palembang - Pada tahap awal penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Sumatera Selatan, sekitar 30 persen atau lebih kurang 35.733 peserta tes gagal. Penyebabnya antara lain karena menggunakan pensil 2B palsu. Peserta tes calon pegawai negeri itu sebanyak 119.112 orang. Terdiri peserta dari pegawai honorer sebanyak 27.128 orang, dan peserta umum sebanyak 91.984 orang. "Kita memprediksi pada tahap awal pengisian sekitar 10 persen yang gagal, kemudian saat ujian berlangsung atau tahap pengisian sekitar 20 persen yang gagal. Penyebabnya beragam, misalnya sakit atau terlambat hingga soal penggunaan pensil," kata Kepala Badan Aplikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sriwijaya, Zainuddin Nawawi, Minggu (12/2/2006). Tingkat kesalahan itu, lanjutnya, bisa disebabkan dari penggunaan pensil 2B palsu, penghapus, termasuk kesalahan dalam pengerjaan dan mengisi lembar dalam biodata. Pun termasuk peserta yang tidak mengisi data yang sesuai. "Tapi kita sudah berupaya menekan kegagalan teknis dengan menyebarkan 40 ribu lembar data pengisian yang benar dan tata cara pengisiannya," katanya. Pada Sabtu kemarin, sekitar 119.112 peserta mengikuti tes CPNS di Kampus Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Ogan Ilir, Sumsel. Saat melakukan peninjauan, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman akan mengusulkan ke pemerintah pusat pada tes calon pegawai negeri mendatang atau tahun depan, para pegawai honorer tidak perlu lagi ikut tes dan langsung diangkat menjadi pegawai. "Khususnya bagi tenaga honorer yang sudah berusia misalnya di atas 40 tahun, kita akan berupaya berikan kemudahan. Ini bisa kita lihat dari komposisi usia. Kita akan usulkan itu. Tapi ini belum tahu bisa atau tidak," katanya.
(nrl/)











































