Menlu: Keputusan Pengosongan Dubes Denmark Tergesa-gesa
Minggu, 12 Feb 2006 14:05 WIB
Jakarta - Kedubes Denmark untuk sementara waktu tutup. Dubes dan seluruh stafnya meninggalkan Indonesia takut demonstrasi kartun Nabi Muhammad. Keputusan itu dinilai tergesa-gesa."Kita melihat keputusan ini agak tergesa-gesa. Karena bagaimanac pun kita telah memberikan perlindungan bagi Dubes dan stafnya," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla membuka East Asia Religious Leader Forum di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (12/2/2006).Wirajuda mengaku pihaknya menerima informasi relokasi Dubes dan stafnya dari Jakarta. "Kami memang secara resmi menerima informasi dari pihak Kementerian Luar Negeri Denmark yang memberitahukan bahwa mereka putuskan untuk sementara merelokasi Dubes dan stafnya dari Jakarta. Kami tidak diberitahukan ke mana. Tapi relokasi ini dengan alasan gangguan keamanan," ujar dia.Menurut Menlu, sebelum menarik Dubesnya, pemerintah Denmark sempat menyampaikan penghargaan atas cara-cara pemerintah Indonesia mengatasi masalah sensitif pemuatan karikatur Nabi di koran Denmark. Mereka pun menjanjikan para Dubes dan stafnya akan langsung kembali ketika sudah merasa aman.Meski demikian rasa penyesalan tetap tergambar dari raut wajah Hassan Wirajuda. "Sejauh ini demonstrasi di Indonesia cukup damai. Untuk itu kita berharap relokasi yang mereka sampaikan tidak lama," harap Menlu.Menlu menegaskan bahwa selama ini pemerintah telah memberikan jaminan pada warga Denmark. "Kita tidak hanya berikan jaminan verbal. Tapi juga aparat kepolisian telah melindungi Kedubes Denmark," imbuhnya.Hassan Wirajuda mencontohkan, dalam beberapa kejadian demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan lebih dari 200 personel. Bahkan kediaman staf Kedubes Denmark dilakukan patroli baik oleh polisi berseragam dan tidak berseragam."Sejauh ini cara penanganan kita cukup positif. Bahkan Menlu AS telepon ke saya dan menyampaikan penghargaan cara pemerintah Indonesia mengatasi masalah sensitif ini," ujar dia.
(san/)











































