Posko Rela Mati untuk Nabi
Din: Islam Itu Berani Hidup, Bukan Berani Mati
Minggu, 12 Feb 2006 13:52 WIB
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersuara minor terhadap posko rela mati untuk Nabi Muhammad yang didirikan di Surabaya. "Seharusnya bukan berani mati, tapi berani hidup," tegas Din.Pernyataan Din disampaikan menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela East Asia Religious Leader Forum di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (12/2/2006).Din menuturkan, Islam menganjurkan umatnya untuk berani hidup karena kehidupan itu mahal dan harus diisi dengan pengabdian dan perjuangan. Islam sangat tidak setuju dengan keputusasaan seperti bunuh diri dengan dalih apa pun. Keputusasaan adalah manifestasi ketidakberimanan."Syahid itu bukan berani mati tapi berani hidup," tegasnya. Dia lalu menyitir ayat Al Quran yang artinya, berjihadlah dengan harta dirimu, bukan jiwamu.Ditanya seruan agar warga Denmark meninggalkan Indonesia karena merasa tidak aman di sini, Din balik bertanya,mengapa sampai ada anggapan umat Islam tidak bisa memberi rasa aman. "Jangan selalu menyalahkan umat Islam kok bereaksi seperti ini. Mengapa tidak dicari pangkal apinya yang sampai saat ini tidak pernah digugat, yaitu Denmark yang tidak pernah mempersoalkan karikatur itu," papar Din.Sementara, terkait acara East Asia Religious Leader Forum, Din menuturkan, forum itu untuk mencari pandangan bersama dengan para tokoh agama di 17 negara tentang kebudayaan yang timbul di Asia Timur. "Kita sama-sama cari jawaban tentang peran agama di mana agama harus menjadi solusi masalah kemanusiaan dan peradaban. Diharapkan dalam forum ini ada resolusi atau rekomendasi penyelesaian masalah antaragama," demikian Din.
(nrl/)











































