Pengosongan Kedubes Denmark Tidak Realistis & Tidak Perlu
Minggu, 12 Feb 2006 13:15 WIB
Jakarta - Perintah Menteri Luar Negeri Denmark agar seluruh warga Denmark, Dubes dan stafnya meninggalkan Indonesia seiring makin kerasnya demonstrasi pemuatan kartun Nabi Muhammad dianggap tidak realistis dan tidak ada perlunya."Kami katakan rencana penutupan sementara dan perintah agar warga Denmark keluar dari Indonesia sebagai sesuatu yang tidak ada perlunya. Hal itu jugatidak realistik," kata Jubir Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya kepada detikcom, Minggu (12/2/2006).Menurut Desra, kejadian aksi protes atas pemuatan kartun Nabi Muhammad di Indonesia, sebenarnya jauh lebih terkendali dan tidak sebesar di negara-negara lain."Penjagaan aparat kepolisian juga sudah diperketat. Kita juga sudah sampaikan adanya peningkatan atas jaminan keamanan baik kepada Dubes Denmark maupun staf kedubes baik yang di Jakarta maupun di daerah lain," tegasnya.Aksi demonstrasi memang kerap terjadi di Kedubes Denmark di Jakarta maupun Konjen Denmark di Surabaya. Bahkan, di Surabaya saat ini ada posko pendaftaran pasukan berani mati. Mereka mengancam akan melakukan sweeping warga Denmark yang enggan meminta maaf kepada umat muslim."Kami mengerti, psikologis orang yang terancam dan dikurung. Soalnya protes ini terjadi di banyak negara," imbuh Desra Percaya.
(san/)











































