Jadi Penghasil Telur Ayam Nasional, Blitar Dapat Ragam Fasilitas Ini

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 14:08 WIB
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Adi Andaka
Foto: Ari Saputra
Blitar -

Pemerintah Kabupaten Blitar punya caranya tersendiri dalam menggenjot kualitas produk unggulan telur ayam di daerahnya. Berbagai program dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Blitar agar kualitas telur dari Blitar tetap aman dan terjaga.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Adi Andaka mengatakan Blitar yang sudah menjadi sentra telur sejak tahun 70an tersebut memang punya andil besar dalam 30% pasokan telur nasional. Program pemerintah dari masalah pengadaan bibit, vaksinasi, hingga penanganan kesehatan juga terus dilakukan.

Salah satu bukti keseriusan Pemkab Blitar dalam menggenjot produksi telur di Blitar adalah laboratorium pakan yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional. Laboratorium di Blitar menjadi satu dari 6 laboratorium yang memiliki akreditasi KAN di Indonesia.

"Kami sudah diberikan kewenangan oleh Kementrian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa mengeluarkan sertifikasi untuk pabrikan. Ini salah satu peran kami untuk para peternak agar bisa berkompetitif," ungkap Adi kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Dengan adanya laboratorium ini, peternak ayam dapat mengetahui nilai gizi yang ada di dalam pakan. Sehingga, peternak dapat dengan mudah menyesuaikan pakan yang tepat dan cocok untuk hewan ternak mereka.

Manfaat dari adanya laboratorium pakan ini terhadap peternak adalah mereka dapat mengetahui nilai nutrisi yang terkandung di dalam pakan yang akan membawa pengaruh kesehatan ternak. Sebab, data dan informasi yang didapatkan dari uji lab pakan ternak dapat digunakan sebagai parameter keamanan pakan.

Tak hanya laboratorium pakan, Pemkab Blitar juga menyediakan 7 pusat kesehatan hewan yang dapat membantu peternak dalam menangani permasalahan seperti penyakit, kesehatan, formula pakan, dan masalah lainnya.

Di sisi lain, terkait pakan seperti jagung memang beberapa peternak di Blitar masih harus mengambilnya dari luar daerah, sebab produk asli Blitar masih belum bisa memenuhi kebutuhan perhari yang mencapai 1.500-2.000 ton pakan perharinya.

Untuk itu, Pemkab Blitar bekerja sama dengan berbagai pemerintahan di luar Blitar seperti Lamongan, Mamuju, Lombok, dan terakhir dengan Keerom yang ada di Irian Jaya.

"Jadi peternak kami mengirim telur ke sana kemudian jagung dari sana diterima oleh peternak kami yang dikoordinir oleh koperasi," tutur Adi.

Pemkab Blitar juga bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta, lewat MOU antara kedua pihak dan ditandatangani oleh koperasi yang dipakai untuk penyediaan Food Station yang ada di Jakarta. MoU ini dilakukan dalam rangka mencukupi kebutuhan KJP atau Kartu Jakarta Pintar.

Ia pun berharap kepada pemerintah pusat untuk menjaga kestabilan harga yaitu kelancaran dalam hal distribusi telur. Sebab telur tidak bisa terlalu lama berada di atas kapal karena akan mempengaruhi kualitas dari telur tersebut.

"Selama ini kami kalau ada pengiriman ke Papua, Sulawesi, Maluku, Kalimantan pasti ikut kapal penumpang berkaitan dengan waktunya yang lebih cepat," ucap Adi.

Adi juga menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang turut membantu produksi telur dari Blitar, salah satunya adalah Bank BRI yang memberikan bantuan bagi peternak ayam layer di Blitar mulai dari KUR hingga fasilitas lainnya.

"Jadi ya BRI ini sudah menjadi partner dengan dunia peternakan. Apalagi BRI adalah BUMN jadi harapannya bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat juga," tutur Adi.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Blitar Yulizar Verda Febrianto mengatakan sepanjang tahun 2020 BRI Blitar telah memberikan kredit sebesar Rp 3,3 T, yang Rp 2,2 Tnya ada di mikro, sisanya berada di segmen kecil dan program kecil.

"Dari angka 2,2 T itu mungkin sekitar 60% larinya itu ke sektor unggas tadi. Kita kan produksi banyak nih, yang menjadi tantangan, bagaimana caranya supaya produksi ini sampai ke tujuan dengan cara yang paling optimal. Malah kemarin, kami buatkan aplikasi, itu bertujuan untuk memperpendek, arus transaksi dari telur," tutur Yulizar.

Ikuti terus jelajah UMKM bersama BRI hanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri

(mul/ega)