Kedubes Tutup, Denmark Imbau Warganya Tinggalkan RI
Minggu, 12 Feb 2006 10:05 WIB
Jakarta - Untuk kedua kalinya dalam sepekan, Denmark memeringatkan warganya untuk meninggalkan Indonesia karena adanya ancaman dari kaum garis keras menyusul pemuatan karikatur Nabi Muhammad oleh koran Jyllands Posten akhir September 2005.Peringatan ini dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Denmark pada Sabtu (11/2/2006) sebagaimana dilansir Reuters. Peringatan ini keluar setelah duta besar dan stafnya lebih dulu meninggalkan Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di Kedubes Denmark di Iran. Kedubes Denmark di Damaskus, Suriah, juga turut yang dikosongkan pada Jumat lalu. Kementerian Luar Negeri Denmark dalam statemennya menyatakan, pihaknya telah menerima informasi kredibel yang mengindikasikan keadaan bahaya bagi warga Denmark dan kepentingan Denmark di Indonesia."Informasi kongkret menunjukkan bahwa sebuah kelompok garis keras mencari warga Denmark sebagai protes atas publikasi kartun Nabi Muhammad," tulisnya.Sejak protes kartun Nabi berkecamuk, Denmark telah mengeluarkan saran perjalanan bagi lebih 20 negeri Muslim, menyerukan warganya untuk berhati-hati, tetap tinggal di dalam rumah atau meninggalkan negeri tersebut."Ancaman itu sejauh ini diketahui terkonsentrasi di Jawa bagian timur, namun dikhawatirkan hal itu meluas hingga kawasan wisata termasuk Bali," ujar Kementerian Luar Negeri Denmark.Sebagai informasi, sebuah pondok pesantren di Surabaya telah mendirikan posko rela mati untuk membela Nabi Muhammad SAW. Pada Jumat lalu, telah 175 orang mendaftar. Tugas mereka adalah mensweeping warga Denmark. Bila ketemu, warga asing itu disuruh minta maaf. Bila menolak, maka akan ditempeleng.Namun kiai pembuka posko itu menyebutkan posko bikinannya telat berdiri karena warga Denmark telah banyak yang pergi dari Indonesia.
(nrl/)











































