Dirut Jasa Marga Minta Tol Cipularang Dibuka
Minggu, 12 Feb 2006 08:51 WIB
Jakarta - Jalan Tol Cipularang kini sudah rampung setelah mengalami amblas di KM 96. 800. Meski demikian, jalan ini belum dibuka. Karena dinilai masih belum aman bagi pengendara. Namun, Dirut Jasa Marga Safruddin Alambai menilai hal itu tidak tepat dan meminta Cipularang segera dibuka."Sebenarnya kondisi lalu lintas sudah aman. Tapi tim dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) menilai belum aman," kata Safruddin ketika dihubungi detikcom Minggu (12/2/2006).Ini dikarenakan, tim PU melihat standarisasi keamanan jalan 1,3 belum terpenuhi. "Karena saat ini nilainya masih 1,1 jadi belum aman," tambah Safruddin. Namun demikian, Safruddin tidak sepakat jika faktor keamanan 1,3 dijadikan alasan belum dibukanya jalan Tol Cipularang. "Ini keliru, karena faktor keamanan itu adalah teknis untuk kekuatan tebing atau lereng badan jalan bukan lalu lintas," tegasnya.Akibat dari tidak dibukanya Tol Cipularang selama hampir dua minggu PT Jasa Marga diakui Safruddin mengalami kerugian cukup besar. "Dalam seharinya kita rugi Rp 150 juta. Tapi kita minta dibuka bukan karena penghasilan Jasa Marga yang berkurang," kilah Safruddin.Lebih lanjut Safruddin menjelaskan, mendesaknya jalan Tol Cipularang untuk dibuka karena bisa mengurai kemacetan yang terjadi cukup parah sejak Jatiluhur hingga Jaranggan. "Kalau dilihat kemacetan bisa mencapai 18 kilometer. Ini juga mulai banyak yang mengeluhkan," tuturnya.Mengenai seringnya jalan Tol Cipularang yang amblas, Safruddin menjelaskan ini dikarenakan pihak kontraktor Waskita Karya (untuk KM 96 800) telat mengantisipasi kerusakan. Ia mencontohkan, pada 8 Desember 2005 lalu dirinya mengaku, sudah melihat ketidak beresan jalan. Yaitu jalan sudah mulai retak-retak. "Lalu saya kirimi petunjuk tertulis untuk segera diperbaiki, tapi mereka telat merespons. Ya akhirnya tanggal 28 Desember lalu terjadi amblas," urai Safruddin.Namun ketika ditanyakan mengenai apa sebab terlambatnya pihak kontraktor telat melakukan antisipasi perbaikan, Safruddin enggan menjelaskan. "Saya tidak tahu. Silakan tanya manajer proyeknya. Mungkin tidak ada duit. Tapi kalau Jasa Marga sudah bayar semua," paparnya.
(ahm/)











































